-->
Home » , » Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam Keluarga

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam Keluarga

Selamat malam sahabat Blog PAUD Baitul Fiqri, mudah-mudahan kita diberikan sehat wal'afiat, pada malam ini kami akan menggambarkan sedikit tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam Keluarga

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan upaya untuk menstimulasi, membimbing, mengasuh dan memberikan kegiatan pembelajaran yang mampu menghasilkan kemampuan dan keterampilan anak. 

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan suatu pendidikan yang dilakukan pada anak sejak lahir hingga usia delapan tahun (Modul 1 Nest, 2007:3). Proses pendidikan dan pembelajaran pada anak usia dini hendaknya dilakukan dengan tujuan memberikan konsep yang bermakna bagi anak melalui pengalaman nyata. 

Hanya pengalaman nyatalah yang memungkinkan anak menunjukkan aktivitas dan rasa ingin tahu (curiousity) secara optimal dan menempatkan posisi pendidik sebagai pendamping, pembimbing serta fasilitator bagi anak.

Pada masa usia dini anak mengalami masa keemasan (the golden years) yang merupakan masa dimana anak mulai peka/sensitif untuk menerima berbagai rangsangan. Masa peka pada masing-masing anak berbeda, seiring dengan laju pertumbuhan dan perkembangan anak secara individual. Masa peka adalah masa terjadinya kematangan fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Masa ini juga merupakan masa peletak dasar untuk mengembangkan kemampuan kognitif, motorik, bahasa, sosio emosional, agama dan moral.
Gambar Ilustrasi : Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam Keluarga

Perlakuan Peran Orang Tua dalam Memotivasi Bakat dan Minat Anak :

  1. Mengajarkan anak untuk mengharapkan keberhasilan.
  2. Sesuaikan pendidikan anak dengan minat dan gaya belajarnya.
  3. Anak harus belajar bahwa diperlukan keuletan untuk mencapai keberhasilan.
  4. Anak harus belajar bertanggung jawab dan belajar menghadapi kegagalan.

Dari perlakuan Peran orang tua di atas bisa kita gambarkan bahwa semua orang dewasa dapat menjadi model bagi anak: guru, anggota keluarga, teman orantua, atau kakek-nenek, tetapi model yang paling penting adalah orangtua yang kreatif yang memusatkan perhatian terhadap bidang minatnya yang menunjukkan keahlian dan displin diri dalam bekerja, semangat dan motivasi internal. 

Bagaimana Sikap Orang Tua Kepada Anaknya Agar menumbuhkan Potensi Anak ?


Sikap orang tua yang dimaksud di sini adalah sikap yang membagun potensi anak dalam masa perkembangannya dan saya kutif dari berbagai penelitian diperoleh hasil bahwa sikap orangtua yang memupuk potensi anak adalah sebagai berikut :
  1. Menghargai pendapat anak dan mendorongnya untuk mengungkapkannya
  2. Memberi waktu kepada anak untuk berpikir, merenung, dan berkhayal
  3. Membolehkan anak untuk mengambil keputusan sendiri
  4. Mendorong anak untuk banyak bertanya
  5. Menyakinkan anak bahwa orangtua menghargai apa yang ingin dicoba dilakukan dan dihasilkan
  6. Menunjang dan mendorong kegiatan anak
  7. Menikmati keberadaannya bersama anak
  8. Memberi pijian yang sungguh-sungguh kepada anak.
  9. Mendorong kemandirian anak dalam bekerja
  10. Menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan anak.
Bagaimana dengan sikap orangtua yang tidak menunjang pengembangan potensi anak ?

Sahabat Blog PAUD di bawah ini kami rangkum dan sajikan sikap orang tua yang tidak menunjang pengembangan anak yang harus kita perhatikan :
  1. Mengatakan kepada anak bahwa ia dihukum jika berbuat salah
  2. Tidak memperbolehkan anak marah kepada orangtua.
  3. Tidak boleh mempertanyakan keputusan orangtua
  4. Tidak memperbolehkan anak bermain dengan anak lain yang mempunyai pandangan dan nilai yang berbeda dari keluarga anak.
  5. Anak tidak boleh berisik
  6. Orangtua ketat mengawasi kegiatan anak
  7. Orangtua tidak memberi saran-saran yang spesifik tentang penyelesaian tugas
  8. Orangtua kritis terhadap anak dan menolak gagasan anak
  9. Orangtua tidak sabar dengan anak
  10. Orangtua dengan anak adu kekuasaan
  11. Orangtua menekan dan memaksa anak untuk menyelesaikan tugas
Potensi Anak Usia Dini dapat terwujud jika orangtua sangat peduli terhadap perkembangan anaknya dan anak bisa diberi kebebasan untuk dapat mengembangkan bakat atau potensi yang dimilikinya. Berdasarkan pada prinsip perkembangan anak, maka pendidikan anak usia dini harus berlandaskan pada kebutuhan anak, yang disesuaikan dengan nilai-nilai yang dianut di lingkungan di sekitarnya, sesuai dengan tahap perkembangan fisik dan psikologis anak, dilaksanakan dalam suasana bermain yang menyenangkan serta dirancang untuk mengoptimalkan potensi anak.

Orang tua dapat menstimulus anak dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang menyentuh rasa ingin tahu dan jiwa penjelajahnya. Dengan demimkian anak akan termotivasi untuk terlibat dalam prose belajar yang dimbimbingan orang tua. Selain itu, orang tua juga perlu menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan anak tanpa harus terlibat atau intervensi terlalu jauh dalam kegiatan mereka.


Luangkan Waktu Sobat Untuk untuk Menginvestasikan Tulisan bermanfaat bagi orang banyak pada Blog PAUD ini, dan tulisan sobatpun akan menjadi amal perbuatan yang mulia. Blog PAUD ini juga akan mencantumkan "Penulis dan Lembaga/Sekolah" di akhir Artikel. Terimakasih

Ditulis Oleh : Azzahra Assyifa ~ www.paudbfqnaskdb.blogspot.com

Christian angkouw Sobat sedang membaca artikel tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam Keluarga. Oleh Admin, Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya

:: Facebook Admin! ::

0 komentar:

Post a Comment