-->

Penjelasan Penyakit Rubella Ala Dokter

Hallo sahabat Informasi PAUD, pada kesempatan ini kami akan membagikan kembali wawasan tentang Penyakit Rubella atau sering disebut Campak Jerman

Kita sebagai bunda-bunda PAUD sangat penting sekali untuk mengenal lebih jauh lagi tentang Penyakit Rubella seperti Gejala Rubella, Proses Diagnosis Rubella, Metode Penangan Rubella bahkan Langkah-Langkah Penangan Rubella.

Walaupun kita bukanlah Dokter Ahli tetapi itu semua kita harus berusaha untuk mengetahui informasi tersebut. 

Informasi ini kami ambil dari Situs Resmi Ala Dokter yang yang di Tinjau oleh dr. Marianti yang didalamnya terdapat pembahasan yang sangat lengkap sekali.
Illustrasi Pemberian Mengatasi Penyakit Rubella
Rubella atau campak Jerman adalah infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah pada kulit. Rubella umumnya menyerang anak-anak dan remaja. Menurut data WHO, pada tahun 2016 di Indonesia terdapat lebih dari 800 kasus rubella yang sudah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.

Penyakit ini disebabkan oleh virus rubella dan dapat menyebar dengan sangat mudah. Penularan utamanya dapat melalui butiran liur di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk atau bersin. Berbagi makanan dan minuman dalam piring atau gelas yang sama dengan penderita juga dapat menularkan rubella. Sama halnya jika Anda menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda setelah memegang benda yang terkontaminasi virus rubella.

Rubella dan Kehamilan

Walau sama-sama menyebabkan ruam kemerahan pada kulit, rubella berbeda dengan campak. Penyakit ini biasanya lebih ringan dibandingkan dengan campak. Tetapi jika menyerang wanita yang sedang hamil, terutama sebelum usia kehamilan lima bulan, rubella berpotensi tinggi untuk menyebabkan sindrom rubella kongenital atau bahkan kematian bayi dalam kandungan. WHO memperkirakan tiap tahun terdapat sekitar 100.000 bayi di dunia yang terlahir dengan sindrom ini.

Sindrom rubella kongenital dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi, seperti tuli, katarak, penyakit jantung bawaan, kerusakan otak, organ hati, serta paru-paru. Diabetes tipe 1, hipertiroidisme, hipotiroidisme, serta pembengkakan otak juga dapat berkembang pada anak yang terlahir dengan sindrom ini.

Gejala-gejala Rubella

Penderita rubella pada anak-anak cenderung mengalami gejala-gejala yang lebih ringan daripada penderita dewasa. Tetapi ada juga penderita rubella yang tidak mengalami gejala apa pun, namun tetap dapat menularkan virus rubella.

Penyakit ini umumnya membutuhkan waktu sekitar 14-21 hari sejak terjadi pajanan sampai menimbulkan gejala. Gejala-gejala umum rubella meliputi:
  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Hidung tersumbat atau pilek.
  • Tidak nafsu makan.
  • Mata merah.
  • Pembengkakan kelenjar limfa pada telinga dan leher.
  • Ruam berbentuk bintik-bintik kemerahan yang awalnya muncul di wajah lalu menyebar ke badan, tangan, dan kaki. Ruam ini umumnya berlangsung selama 1-3 hari.
  • Nyeri pada sendi, terutama pada penderita remaja wanita.
Begitu terinfeksi, virus akan menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu 5 hari hingga 1 minggu. Potensi tertinggi penderita untuk menularkan rubella biasanya pada hari pertama sampai hari ke-5 setelah ruam muncul.

Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter.

Proses Diagnosis Rubella

Ruam kemerahan akibat rubella memiliki karakteristik yang mirip dengan ruam-ruam lain. Guna memastikan diagnosis, dokter biasanya mengambil sampel air liur atau darah untuk diperiksa di laboratorium.

Tes tersebut digunakan untuk mendeteksi keberadaan antibodi rubella. Apabila terdapat antibodi IgM, berarti Anda sedang menderita rubella. Sedangkan keberadaan antibodi IgG menandakan bahwa Anda pernah menderita rubella atau sudah menerima vaksinasi.

Pemeriksaan rubella juga bisa dimasukkan dalam serangkaian tes prenatal untuk ibu hamil, khususnya untuk yang berisiko tinggi. Pemeriksaan ini dilakukan melalui tes darah.

Jika ibu hamil didiagnosis menderita rubella, pemeriksaan lanjutan yang mungkin dianjurkan adalah USG dan amniosentesis. Amniosentesis adalah prosedur pengambilan dan analisis sampel cairan ketuban untuk mendeteksi kelainan pada janin.

Metode Penanganan Rubella

Rubella tidak membutuhkan penanganan medis khusus. Pengobatan dapat dilakukan di rumah dengan langkah-langkah sederhana. Tujuannya adalah untuk meringankan gejala, namun bukan untuk mempercepat penyembuhan rubella. Berikut ini sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan.

  • Beristirahatlah Sebanyak Mungkin.
  • Minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi.
  • Mengurangi nyeri dan demam. Penderita dapat mengonsumsi paracetamol atau ibuprofen untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri pada sendi.
  • Minum air hangat bercampur madu dan lemon untuk meredakan sakit tenggorokan dan pilek.

Langkah Pencegahan Rubella

Pencegahan rubella yang paling efektif adalah dengan vaksinasi, terutama bagi wanita yang berencana untuk hamil. Sekitar 90 persen orang yang menerima vaksin ini akan terhindar dari rubella. Sejak adanya program vaksinasi, jumlah kasus rubella yang tercatat secara global berkurang secara signifikan.

Pemerintah kini sedang mengampanyekan pemberian vaksin MR menggantikan vaksin MMR. Vaksin MR ini memberikan perlindungan terhadap penyakit campak dan rubella. Sebelumnya, pencegahan rubella tergabung dalam vaksin kombinasi MMR yang juga mencegah campak dan gondong.

Pemberian vaksin MR direkomendasikan pada anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun, dan diberikan melalui suntikan pada jaringan lemak (subkutan) lengan atas. Vaksin MR ini diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat anak duduk di bangku kelas 1 SD, yaitu sekitar usia 6 tahun.

Orang dewasa dan anak-anak yang hanya mendapatkan satu kali suntikan vaksin MMR, dapat mendapatkan vaksin MR pada usia berapa pun. Apabila Anak sudah pernah mendapat vaksin MMR, vaksin MR ini juga boleh diberikan.

Wanita yang merencanakan kehamilan juga dianjurkan memeriksakan diri melalui tes darah. Jika hasil tes menunjukkan bahwa seorang wanita belum memiliki kekebalan terhadap rubella, dokter akan menganjurkannya untuk menerima vaksin MR. Setelah itu, dia harus menunggu minimal 4 minggu untuk hamil. Harap diingat bahwa vaksinasi ini tidak boleh dijalani saat sedang hamil.

Selain vaksin, mencegah penularan dan penyebaran rubella juga penting. Cara-caranya meliputi:

  • Hindari kontak dengan penderita sebisa mungkin, khususnya untuk ibu hamil yang belum menerima vaksin MR atau MMR dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.
  • Pindahkan penderita ke ruangan terpisah yang jauh dari anggota keluarga.
  • Menjaga kebersihan diri, misalnya selalu mencuci tangan sebelum makan, setelah bepergian, atau jika terjadi kontak dengan penderita.
Demikian Infrormasi yang bisa kami sampaikan tentang Penjelasan Penyaki Rubella Ala Dokter mudah-mudahn bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita sebagai Bunda-Bunda PAUD. Terimakasih

Sumber : Ala Dokter

Download Contoh Laporan Akhir BOP

Hallo sahabat semuanya, kali ini kami akan membagikan kembali Contoh Laporan Akhir BOP yang bisa sobat manfaatkan.

Tetapi Laporan Akhir BOP ini bukan semata-mata sebuah Format yang diwajibakan seperti Contoh yang kami bagikan melainkan Contoh ini adalah untuk memudahkan sobat dalam pembuatan Laporan Akhir BOP.

Sebelum kami membagikan Format Laporan ini, kami akan menjelaskan isi dari contoh Laporan Akhir BOP ini.
Gamabar Illustrasi Seseorang
Di dalam format ini terdapat Empat Bab yang di tuangkan dalam Laporan Akhir BOP tersebut diantaranya adalah :

BAB I   PENDAHAULAUAN
A. Profil TK, KB, SPS, TPA* ....................
B. Penerimaan Dana dan Penggunaan Dana
C. Rencana Kegiatan Anggaran 
D. Pengelolaan dan Sasaran 
E. Jadwal Pelaksanaan 

BAB II  PEMANFAATAN DANA DAK NON FISIK BOP PAUD
A. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ)
B. Daftar Perubahan Anggaran 

BAB III   PELAKSANAAN PROGRAM PEMBELAJARAN 
A. Kondisi Pembelajaran Setelah Adanya Dukungan dan Bantuan Dana BOP

BAB VI   PENUTUP 
A. Kesimpulan 
B. Saran dan Harapan 

Itulah isi dari Contoh Laporan Akhir BOP yang bisa kami tuangkan dalam Laporan Akhir tersebut, untuk lebih jelasnya silahkan sobat Download Contoh Laporan Akhir BOP di bawah ini :

Download Contoh Laporan Akhir BOP

Jika ada kekurangan dalam penyusunannya kami mohon maaf, dan ingat format tersebut adalah sebagai contoh saja.

Mudah-mudahan bermanfaat dan jangan lupa berikan komentarnya terkait isi dari Laporan Akhir BOP tersebut.

Like, dan Share kembali kepada teman-teman kita yang membutuhkan melalui akun media sosial yang sobat gunakan. Terimakasih

Download Contoh Notulen Rapat Wali Murid PAUD

Salam sejahtera, semoga kita dalam lindungan alllah swt. kami rasa sudah dua bulan ke belakang, kami belum pernah memberikan informasi seputar PAUD, dan pada kesempatan ini Alhamdulilah diberi kesempatan untuk memposting Contoh Notulen Rapat Wali Murid PAUD.

Mungkin para bunda-bunda PAUD di akhir tahun kemarin bahkan samapai bulan Januari 2018 ini masih disibukan dengan membuat LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) Dana BOP.

Mudah-mudahan Contoh Notulen Rapat Wali Murid PAUD ini bisa dimanfaatkan untuk membuat bukti fisik pada LPJ yang bunda kerjakan.
Gambar : Contoh Notula Rapat
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam isi Notulen Rapat Wali Murid PAUD diantaranya adalah :
  1. Bila rapat tersebut rapat rutin, sebaiknya diberi nomor urut rapat, bulan, dan tahun rapat. Misalnya : Rapat Perkembangan Anak Didik 2017
  2. Perlu diinformasikan pada judul notula rapat; apakah rapat tersebut merupakan rapat pemberian informasi, rapat pemecahan masalah atau rapat pengambilan keputusan.
  3. Susunan notula lengkap : dari judul sampai penutup diakhiri dengan tanda tangan pimpinan dan notulis rapat
  4. Walaupun notula dibuat ringkas, namun setiap peserta yang berbicara perlu disebutkan namanya, misalnya Ibu Meta memberikan usulan tentang……..
  5. Keputusan yang diambil dalam rapat hendaknya dicatat secara lengkap
  6. Waktu dimulai dan berakhirnya rapat dituliskan dalam notula

Enam hal tersebut harus tertuang dalam Notulen Rapat, sebenarnya poin di atas bisa disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan masing-masing.

Untuk lebih jelasnya lagi silahkan sobat Download Contoh Notulen Rapat Wali Murid PAUD di bawah ini :

Download Contoh Notulen Rapat Wali Murid PAUD

Silahkan sobat edit contoh tersebut dan silahkan sesuaikan dengan keadaan masing-masing ketika melakukan sebuah rapat di lembaga.

Mudah-mudahan Contoh Notulen Rapat Wali Murid PAUD tersebut bermanfaat dan bisa dijadikan sebagai salah satu pembuat Notula Rapat. Terimakasih