-->

28 OKTOBER HARI SUMPAH PEMUDA KE 89 TAHUN 2017

Hallo sahabat semuanya semoga kita tidak merupakan Hari Sumpah Pemuda (HSP) yang Ke 89 ini yaitu pada Tanggal 28 Oktober yakni Hari Sabtu di Tahun 2017.

Tema Hari Sumpah Pemuda (HSP) yang Ke 89 ini adalah "Pemuda Indonesia Berani Bersatu". yang bisa Anda Lihat di Website Resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga yang beralamat di http://www.kemenpora.go.id. 

Di Website tersebut sudah tersedia Tema, Logo Tagline dan Sambutan Hari Sumpah Pemuda Ke - 89 bahkan Sobat bisa  mendownloadnya langsung di Website Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Dalam rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) yang Ke-89 di Tahun 2017, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia telah mengeluarkan Surat Edaran Tanggal 13 Oktober 2017, Nomor : 10.13.1/MENPORA/DII/X/2017 tentang Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-89 Tahun 2017, yang telah ditentukan Logo, Tema, Tagline serta berisi Pidato Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-89 Tahun 2017.

Berikut kami sajikan di bawah ini Logo 28 Oktober Hari Sumpah Pemuda Ke 89 Tahun 2017 Resmi dari Situs Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia :

1. Logo Vertikal Resmi Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-89 Tahun 2017
Logo Vertikal Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke- 89 Tahun 2017

2. Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-89 Tahun 2017 Bagian A
Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-89 Tahun 2017 Bagian A
 3. Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-89 Tahun 2017 Bagian B
Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-89 Tahun 2017 Bagian B
4. Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-89 Tahun 2017 Bagian C
Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-89 Tahun 2017 Bagian C
5. Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-89 Tahun 2017 Bagian D
Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-89 Tahun 2017 Bagian D
Itulah Kelima Logo Resmi yang bisa Sobat Download Langsung di Situs Resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Sebelumnya kami ucapkan terimakasih telah membaca dan melihat postingan dari situs kami, dan kami minta maaf apabila ada kesalahan dan kekeliruan dalam konten ini. 

Mari Kita sebagai Pemuda Indonesia Berani Bersatu untuk Menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Merdeka ...............!!!!!!!!!

Cara Mengisi Pemetaan Mutu PAUD DIKMAS

Hallo sahabat semuanya, pada kesempatan malam ini saya akan memberikan sebuah Panduan atau Tutorial Bagaimana Cara Mengisi Pemetaan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan DIKMAS (PMP PAUD). 

Disamping kita disibukan dengan Pendataan Data Pokok Pendidikan baik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mapun Pendidikan Masayarakat (DIKMAS), ada pendataan lagi selain Dapodik yaitu Pemetaan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan DIKMAS.

Dan sobat bisa Download Instrumen Pemetaan Mutu PAUD dan DIKMAS yang berformat PDF, Di situs Download Free DI SINI

Sebagaimana yang sudah dilansir pada Situs Resmi Pemetaan Mutu PAUD dan Dikmas bahwa :

Peningkatan mutu pendidikan merupakan sebuah komitmen Pemerintah Republik Indonesia yang diterapkan melalui berbagai peraturan perundangan terkait sistem pendidikan nasional. Salah satu kebijakan yang telah diambil adalah diterbitkannya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, Pendidikan Nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, dan Standar Penilaian Pendidikan. Untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dilakukan evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.

Dari Informasi tersebut sudah jelas, bagi setiap satuan pendidikan sudah bisa memanfaatkan situs tersebut untuk Pemetaan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan DIKMAS.

Dengan demikikan saya akan meberikan panduan atau tutorial bagaimana Cara Mengisi Pemetaan Mutu PAUD DIKMAS tersebut :

1. Pertama silahkan sobat masuk ke situs resmi Pemetaan Mutu PAUD DIKMAS atau bisa langsung mengunjungi Link Pemetaan Mutu PAUD DIKMAS DI SINI...

Kemudian sobat akan diarahkan ke halaman tersebut dan sobat akan diminta Login dengan mengguna Username dan Password Dapodik, tampilannya kurang lebih seperti di bawah ini :
Tampilan Awal Start : PMP PAUD dan DIKMAS
2. Saya anggap sobat sudah bisa memahami dari gambar di atas, dan mudah-mudahan sobat sudah bisa masuk ke Pemetaan Mutu Pendidiakan Anak Usia Dini (PAUD) dan Dikmas. 

Jika sobat sudah login maka sobat akan disuguhkan tampilan seperti Identitas Lembaga, Dashboard, Instrumen Lebaga seperti Instrumen KB atau TK, Hasil Pemetaan Mutu. Lebih Jelasnya silahkan lihat Gambar di bawah ini :
PMP PAUD dan DIKMAS
3. Langkah selanjutnya silahkan Anda Pilih Instrumen, kemudian akan tampil 8 Standar yang harus anda isi yaitu :
1. Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan
2. Standar Isi
3. Standar Proses
4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
5. Standar Sarana dan Prasarana
6. Standar Pengelolaan
7. Standar Pembiayaan
8. Standar Penilaian Pendidikan.
4. Langkah Terakhir jangan lupa silahkan Anda Simpan hasil pekrjaan Mengisi Pemetaan Mutu PAUD DIKMAS, dan ingat hasil tersebut bisa anda Print Langsung dan bisa juga disimpan dalam bentuk PDF.

5. Langkah kelima anda bisa melihat hasilnya dengan cara pilih menu Hasil Pemetaan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Anda. Tampilannya akan seperti gambar di bawah ini :
PMP PAUD dan DIKMAS
PMP PAUD dan DIKMAS
Mungkin cukup sekian artikel kali ini tentang Bagaimana Cara Mengisi Pemetaan Mutu PAUD DIKMAS atau PMP PAUD dan DIKMAS, mudah-mudahan bermanfaat dan jangan lupa like dan share kembali. 

Apabila ada pertanyaan jangan sungkan-sungkan tuliskan komentar / pertanyaannya pada kotak komentar yang sudah kami sediakan. Terimakasih

Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini

Hallo sahabat semuanya kali ini saya akan menginformasikan tentang Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini yang diambil dari berbagai sumber di internet, mudah-mudahan dengan Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini, kita sebagai pengelola atau tutor ada sedikit gambaran bagaimana cara mengembangkan Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini.
Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini
Gambar Ilustrasi Artikel : Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan belajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelengaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini

1. Bersifat Komperhensif 

Kurikulum harus menyediakan pengalaman belajar yang meningkatkan perkembangan anak secara menyeluruh dalam berbagai aspek perkembangan .

2. Dikembangkan Atas Dasar Perkembangan Secara Bertahap

Kurikulum harus menyediakan berbagai kegiatan dan interaksi yang tepat didasarkan pada usia dan tahapan perkembangan setiap anak. Program menyediakan berbagai sarana dan bahan untuk anak dengan berbagai kemampuan.

3. Melibatkan Orang Tua 

Keterlibatan orang tua sebagai pendidik utama bagi anak. Oleh karena itu peran orang tua dalam pendidikan anak usia dini sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan.

4. Melayani Kebutuhan Individu Anak

Kurikulum dapat mewadahi kemampuan, kebutuhan,minat setiap anak.

5. Merefleksikan Kebutuhan dan Nilai Masyarakat

Kurikulum harus memperhatikan kebutuhan setiap anak sebagai anggota dari keluarga dan nilai-nilai budaya suatu masyarakat.

6. Mengembangkan Standar Kompetensi Anak

Kurikulum yang dikembangkan harus dapat mengembangkan kompetensi anak. Standar Kompetensi seabagi acuan dalam menyiapkan lingkungan belajar anak.

7. Mewadahi Layanan Anak Berkebutuhan Khusus

Kurikulum yang dikembangkan hendaknya memperhatikan semua anak termasuk anak-anak yang berkebutuhan khususus.

8. Menjalin Kemitraan dengan Keluarga dan Masyarakat

Kurikulum hendaknya dapat menunjukkan bagaimana membangun sinegi dengan keluarga dan masyarakat sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai

9. Memperhatikan Kesehatan dan Keselamatan Anak

Kurikulum yang dibangun hendaknya memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan anak saat anak berada disekolah

10. Menjabarkan Prosedur Pengelolaan Lembaga

Kurikulum hendaknya dapat menjabarkan dengan jelas prosedur manajemen /pengelolaan lembaga kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabiitas.

11. Manajemen Sumber Daya Manusia

Kurikulum hendaknya dapat menggamabarkan proses manajemen pembinaan sumber daya manusia yang terlibat di lembaga

12. Penyediaan Sarana dan Prasarana

Kurikulum dapat menggambarkan penyediaan srana dan prasaran yang dimiliki lembaga.

Komponen Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini

1. Anak Sasaran layanan pendidikan Anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0 – 6 tahun. Pengelompokan anak didasarkan pada usia sebagai berikut :
0 – 1 tahun
1 – 2 tahun
2- 3 tahun
3 - 4 tahun
4- 5 tahun
5 - 6 tahun 

2. Pendidik Kompetensi Pendidik anak usia dini memiliki kualifikasi akademik sekurang-kurangnya Diploma Empat (D-IV) atau Sarjana (S1) di bidang pendidikan anak usia dini, kependidikan lain, atau psikologi; dan memiliki sertifikasi profesi guru PAUD atau sekurang - kurangnya telah mendapat pelatihan pendidikan anak usia dini. Adapun rasio pendidik dan anak adalah
Usia 0 – 1 tahun rasio 1 : 3 anak
Usai 1 – 3 tahun rasio 1 : 6 anak
Usia 3 - 4 tahun rasio 1 : 8 anak
Usia 4 - 6 tahun rasio 1 : 10 /12 anak

3. Pembelajaran Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan bermain yang dipersiapkan oleh pendidik dengan menyiapkan materi ( content ), dan proses belajar. Materi belajar bagi anak usia dini dibagi dalam 2 kelompok usia.

Materi Usia Lahir Sampai 3 Tahun Meliputi:

  • Pengenalan diri sendiri ( Perkembangan konsep diri)
  • Pengenalan perasaan (Perkembangan emosi)
  • Pengenalan tentang Orang lain (Perkembangan Sosial)
  • Pengenalan berbagai gerak (perkembangan Fisik)
  • Mengembangkan komunikasi (Perkembangan bahasa)
  • Ketrampilan berfikir (Perkembangan kognitif)

Materi untuk Anak Usia 3 – 6 Tahun Meliputi :

  • Keaksaraan mencakup peningkatan kosa kata dan bahasa, kesadaran phonologi, wawasan pengetahuan, percakapan, memahami buku-buku, dan teks lainnya.
  • Konsep Matematika mencakup pengenalan angka-angka, pola-pola dan hubungan, geometri dan kesadaran ruang, pengukuran, pengumpulan data, pengorganisasian, dan mempresentasikannya.
  • Pengetahuan Alam lebih menekankan pada objek fisik, kehidupan, bumi dan lingkungan.
  • Pengetahuan Sosial mencakup hidup orang banyak, bekerja, berinteraksi dengan yang lain, membentuk, dan dibentuk oleh lingkungan. Komponen ini membahas karakteristik tempat hidup manusia, dan hubungannya antara tempat yang satu dengan yang lain, juga hubungannya dengan orang banyak. Anak-anak mempelajari tentang dunia dan pemetaannya, misalnya dalam rumah ada ruang tamu, ruang tidur, kamar mandi, dapur, ruang keluarga, ruang belajar; di luar rumah ada taman, garasi, dll. Setiap rumah memiliki tetangga dalam jarak dekat atau jauh.
  • Seni mencakup menari, musik, bermain peran, menggambar dan melukis. Menari, adalah mengekspresikan ide ke dalam gerakan tubuh dengan mendengarkan musik, dan menyampaikan perasaan. Musik, adalah mengkombinasikan instrumen untuk menciptakan melodi dan suara yang menyenagkan. Drama, adalah mengungkapkan cerita melalui aksi, dialog, atau keduanya. Seni juga mencakup melukis, menggambar, mengoleksi sesuatu, modeling, membentuk dengan tanah liat atau materi lain, menyusun bangunan, membuat boneka, mencap dengan stempel, dll.
  • Teknologi mencakup alat-alat dan penggunaan operasi dasar. Kesadaran Teknologi. Komponen ini membahas tentang alat-alat teknologi yang digunakan anak-anak di rumah, di sekolah, dan pekerjaan keluarga. Anak-anak dapat mengenal nama-nama alat dan mesin yang digunakan oleh manusia sehari-hari.
  • Keterampilan Proses mencakup pengamatan dan eksplorasi; eksperimen, pemecahan masalah; dan koneksi, pengorganisasian, komunikasi, dan informasi yang mewakili.

Untuk mewadahi proses belajar bagi anak usa dini pendidik harus dapat melakukan penataan lingkungan main, menyediakan bahan-bahan main yang terpilih, membangun interaksi dengan anak dan membuat rencana kegiatan main untuk anak. 

Proses pembelajaran anak usia dini dilakukan melalui sentra atau area main. Sentra atau area tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi dari masing-masing satuan Pendidikan. 

Contoh sentra atau area bermain tersebut antara lain : Sentra Balok, Sentra Bermain Peran, Sentra Seni, Sentra Musik, Sentra Persiapan, Sentra agama, dan Sentra Memasak.

4. Penilaian (Assesmen). Assesmen adalah proses pengumpulan data dan dokumentasi belajar dan perkembangan anak. Assesmen dilakukan melalui : observasi, konfrensi dengan para guru, survey, wawancara dengan orang tua, hasil kerja anak, dan unjuk kerja. Keseluruhan penilaian /assesmen dapat di buat dalam bentuk portofolio.

5. Pengelolaan Pembelajaran
  • Keterlibatan Anak
  • Layanan program

Lembaga Pendidikan anak usia dini dilaksnanakan sesuai satuan Pendidikan masing-masing. Jumlah hari dan jam layanan :
  • Taman Penitipan Anak (TPA) dilaksanakan 3 – 5 hari dengan jam layanan minimal 6 jam. Minimal layanan dalam satu tahun 144 -160 hari atau 32 – 34 minggu.
  • Kelompok Bermain (KB) setiap hari atau minimal 3 kali seminggu dengan jumlah jam minimal 3 jam. Minimal layanan dalam satu tahun 144 hari atau 32 - 34 minggu.
  • Satuan PAUD Sejenis (SPS) minimal satu minggu sekali dengan jam layanan minimal 2 jam. Kekurangan jam layanan pada SPS dilengkapi dengan program pengasuhan yang dilakukan orang tua sehingga jumlah layanan keseluruhan setara dengan 144 hari dalam satu tahun.
  • Taman Kanak-Kanak (TK) dilaksanakan minimal 5 hari setiap minggu dengan jam layanan minimal 2,5 jam. Layanan dalam satu tahun 160 hari atau 34 minggu.

Layanan pembelajaran pada masing-masing satuan pendidikan anak usia dini mengikuti kalender pendidikan daerah masing-masing.

6. Melibatkan Peranserta masyarakat
Pelaksanaan pendidikan anak usia dini hendaknya dapat melibatkan seluruh komponen masyarakat. Penyelenggaraan pendiikan anak usai dini dapat dilakukan oleh swasta dan pemerintah, yayasan maupun perorangan.

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan tentang Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini, semoga bermanfat, dan jangan lupa like dan share kembali artikel ini. Terimakasih

6 Hal Penting Pendidikan Anak Usia Dini dan Menurut Para Ahli

Saat si Kecil memasuki usia pra sekolah, Mam mungkin mulai berpikir untuk mendaftarkannya ke playgroup atau kelompok bermain. Tetapi, apakah Mam sudah memahami tujuan utama memberikan si Kecil pendidikan anak usia dini?

Sebelumnya, Mam perlu mengetahui bahwa sejak tahun 2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mewajibkan setiap anak untuk mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD) setidaknya selama setahun, sebelum masuk jenjang sekolah dasar (SD). 
6 Hal Penting Pendidikan Anak Usia Dini dan Menurut Para Ahli
6 Hal Penting Pendidikan Anak Usia Dini dan Menurut Para Ahli
PAUD dianggap sebagai tahapan penting bagi perkembangan setiap anak. Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI), yang biasa disapa Prof. Reni mengatakan, kegiatan di PAUD dapat memberikan rangsangan atau stimulasi pendidikan yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak usia pra sekolah.

Pendidikan yang diberikan untuk anak usia 3-6 tahun tidak hanya bertujuan mengenalkan anak pada bidang-bidang pelajaran ataupun melatihnya berinteraksi dengan anak sebaya. Lebih jauh dari itu, PAUD memiliki fungsi utama mengembangkan semua aspek perkembangan anak, meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus), sosial dan emosional. Agar lebih jelas, simak berbagai manfaat yang akan dirasakan oleh si Kecil setelah mendapatkan pendidikan di playgroup atau TK berikut.

1. Memperkenalkan Anak pada Dunia Sekolah

Pengalaman belajar di PAUD akan membantu anak untuk lebih siap dalam menerima pelajaran formal di bangku pendidikan selanjutnya (SD). Hal ini yang menjadi salah satu alasan UNESCO merekomendasikan setiap anak mendapatkan pendidikan anak usia dini pada usia pra sekolah.

Lingkungan belajar di sekolah tentu berbeda dengan lingkungan di rumah. PAUD dapat menjembatani perbedaan suasana di kedua tempat tersebut. Si Kecil akan belajar berinteraksi dengan anak sebayanya, mengikuti aturan yang ditetapkan di playgroup atau TK, belajar beradaptasi dengan rutinitas, dan sebagainya. Anak yang sebelumnya mendapatkan pendidikan di PAUD sering kali memiliki kemampuan yang lebih baik dalam berkomunikasi saat sekolah. Hal ini dikarenakan ia sudah terbiasa untuk bermain, belajar, hingga makan bersama dengan teman yang memiliki usia sebaya.

2. Membiasakan Anak Terhadap Kegiatan Terstruktur

Meski bukan lembaga pendidikan formal, namun, kegiatan yang diadakan di playgroup atau TK dirancang khusus agar sesuai dengan fungsi pendidikan anak usia dini. Salah satu tujuannya adalah melatih anak agar terbiasa terhadap rutinitas dan kegiatan-kegiatan terstruktur. Misalnya, anak akan belajar berolahraga, berbaris, menyusun puzzle, dan sebagainya.

3. Mengajari Anak untuk Disiplin dan Mengikuti Peraturan

Di rumah, si Kecil tentu terbiasa bermain sesuka hati. Ia juga mungkin sudah terbiasa mengikuti “aturan” yang Mam tetapkan, yang biasanya tergolong lentur dibandingkan “aturan” yang terdapat di luar rumah. Nah, usia pra sekolah adalah saat yang tepat baginya untuk belajar mengikuti pola kegiatan maupun aturan lain di luar rumah. 

Mengikuti kegiatan pendidikan anak usia dini akan melatihnya beradaptasi dengan lingkungan baru dan peraturan baru. Ia juga akan belajar berbagi, mengantre, menunggu, dan memahami bahwa ternyata tidak semua hal yang ia inginkan bisa ia dapatkan. Dengan begitu, ia tidak akan kaget atau stres saat masuk SD dan harus belajar dalam situasi yang sangat terstruktur dan menuntut kedisiplinan.

4. Menumbuhkan Imajinasi dan Kreativitas

Anak usia dini belajar dengan cara bermain. Lembaga-lembaga penyedia pendidikan anak usia dini merupakan tempat yang tepat untuk memfasilitasi kebutuhan si Kecil tersebut. Bila si Kecil  belajar dalam  suasana yang menyenangkan, akan lebih mudah baginya untuk menyerap berbagai bimbingan yang diberikan. Selain mempelajari berbagai keterampilan dasar untuk membaca dan menulis, si Kecil juga akan mendapatkan banyak rangsangan yang akan memancing imajinasi dan kreativitasnya.

5. Menanamkan Nilai-Nilai Positif

Program kegiatan yang diadakan di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini juga bertujuan menanamkan nilai-nilai positif, seperti kejujuran, toleransi, berbagi, dan sebagainya. Pada usia pra sekolah, anak belajar dengan cara bermain. 

Maka dari itu, kegiatan yang dilakukan di playgroup dan TK dirancang layaknya permainan, meski sebenarnya menyimpan maksud pembelajaran tertentu. Melalui berbagai permainan tersebut, si Kecil akan belajar tentang sopan santun, menghormati orang lain, berbagi dengan orang lain, pentingnya bersikap jujur, dan lain-lain.

6. Membentuk Dasar Kepribadian Anak

Pada fase golden years, otak anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pengalaman yang didapat si Kecil di periode ini turut membentuk kepribadiannya dan akan memengaruhi sosoknya hingga kelak ia dewasa. 

Maka dari itu, Prof. Reni mengingatkan, pendidikan karakter memang sebaiknya dimulai sejak dini. Melalui pendidikan anak usia dini, si Kecil akan mendapatkan berbagai contoh dan kegiatan positif yang akan ia ingat dan praktikkan dalam kehidupannya.

Nah, kini Mam paham bahwa mendaftarkan si Kecil ke PAUD memberikan banyak manfaat. Pastikan pembelajaran yang ia dapat di PAUD selaras dengan yang Mam ajarkan di rumah, ya. Sebab, meski pendidikan anak usia dini berpengaruh penting bagi perkembangan si Kecil, namun, peran Mam dan Pap sebagai pendidik utama bagi anak tetap tak dapat tergantikan.


Sumber :