-->

Sponsor

Postingan Artikel

Tampilan Cek Info GTK Terbaru

Tampilan Cek Info GTK Terbaru - Pada malam ini saya akan membagikan Informasi terbaru tentang Tampilan Cek PTK yang ada di Info GTK

Cerita sedikit tentang masalah Tampilan Terbaru Info GTK yang Elegan ini, saya tidak sengaja menemukan Alamat/link Info GTK yang berakhiran angka 9, ketika itu saya masuk ke link tersebut dan ketika itu juga saya langsung memasukan NUPTK/NRG/NIK. Eh ternyata Tampilannya berbeda dengan sebelumnya.
Gambar Ilustrasi : Tampilan Cek Info GTK Terbaru
Jika sobat Web PAUD ingin melihat perbedaannya, silahkan sobat menuju Link yang saya tuliskan di akhir artikel ini, tetapi sebelumnya sobat silahkan Cek Data PTK yang ada di Lembaga masing-masing melalui Link di bawah ini :
http://223.27.144.195:8081
http://223.27.144.195:8082
http://223.27.144.195:8083
http://223.27.144.195:8084
http://223.27.144.195:8085

Apabila tampilannya sama dengan sebelumnya, berarti Link tersebut sepertinya belum berubah, sebenarnya saya juga heran dengan tampilan seperti gambar di atas yang terdapat kolom tambahan Operator Sekolah, KK Datadik dan Operator Tunjangan. Apakah ini cuma kesalahan dalam server apa memang kedepannya akan terdapat kolom tersebut di atas Validasi Data Guru dan Status Proses Validasi. Jika penasaran dengan Tampilan Cek Info GTK Terbaru silahkan Cek PTK sobat melalui Link di Bawah ini :


Jika tampilannya seperti Gambar di bawah ini, silahkan sobat Klik Kembali Beranda, kemudian silahkan Isikan Data yang diminta.
Gambar Ilustrasi : Tampilan Cek Info GTK Terbaru
Cukup sekian Informasi dari Blog PAUD tentang Tampilan Cek Info GTK Terbaru yang bisa kami bagikan, mudah-mudahan Informasi ini bermanfaat, dan jangan Lupa berikan tanggapannya. Terimakasih

Pedoman Penilaian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Pedoman Penilaian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) - Salam sejahtera mudah-mudahan kita diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Pada kesempatan ini kami akan menginformasikan bahwa Pedoman Penilaian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sesuai dengan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 menyatakan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Taman Kanak-kanak (TK) sebagai salah satu bentuk lembaga pendidikan usia dini, berada pada jalur pendidikan formal sebagaimana tertuang pada pasal 28 ayat (3) bahwa “Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK), Raudlatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat”. Implikasinya adalah bahwa keberadaan dan penyelenggaraan TK perlu diatur dalam suatu kebijakan tertentu oleh pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional. 

Seiring dengan inovasi pendidikan sebagai salah satu realisasi otonomi pendidikan, pemerintah sejak beberapa tahun terakhir telah mengembangkan Kurikulum 2004 yang berbasis kompetensi. Kurikulum sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu, disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah. Kurikulum TK dilaksanakan dalam rangka membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik fisik maupun psikis yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial-emosional dan kemandirian, berbahasa, kognitif, fisik-motorik, dan seni agar siap memasuki pendidikan dasar.
Dalam pelaksanaan penyelenggaraan kurikulum terdapat beberapa kompetensi. Kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum TK merupakan kemampuan-kemampuan yang harus dicapai oleh anak didik selama mengikuti pendidikan di TK. Penilaian dilakukan untuk mengetahui ketercapaian kemampuan anak didik.

Penilaian terhadap perkembangan anak didik dilakukan secara terencana, sistematis dan berkesinambungan. Di samping itu penilaian dapat memberikan umpan balik bagi guru agar mampu menyempurnakan proses pembelajaran. Dengan demikian penilaian merupakan kegiatan yang penting dalam serangkaian program pendidikan sehingga perlu ada pedoman yang dapat dijadikan sebagai salah satu acuan oleh guru dan penyelenggara TK.

A. Pengertian

Penilaian adalah suatu usaha mengumpulkan dan menafsirkan berbagai informasi secara sistematis, berkala, berkelanjutan, menyeluruh tentang perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik melalui pembelajaran.

B. Tujuan Penilaian

Tujuan penilaian adalah untuk mengetahui perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik selama mengikuti pembelajaran.

C. Fungsi Penilaian

Fungsi penilaian adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan umpan balik kepada guru untuk menyempurnakan pembelajaran.
  2. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk membimbing perkembangan anak didik baik fisik maupun psikis sehingga dapat berkembang secara optimal. 
  3. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk melakukan kegiatan bimbingan terhadap anak didik yang memerlukan perhatian khusus.
  4. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk menempatkan anak dalam kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya. 
  5. Memberikan informasi kepada orang tua tentang perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik sebagai bentuk pertanggungjawaban.
  6. Sebagai informasi bagi orang tua untuk menyesuaikan pendidikan keluarga dengan proses pembelajaran di TK.
  7. Sebagai bahan masukan bagi berbagai pihak dalam rangka pembinaan selanjutnya terhadap anak didik.

D. Ruang Lingkup Penilaian

Penilaian mencakup dua bidang pengembangan,sebagai berikut:

  1. Bidang pengembangan diri meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial-emosional dan kemandirian.
  2. Bidang pengembangan kemampuan dasar meliputi kemampuan berbahasa, kognitif, fisik/motorik, dan seni.

E. Prinsip-prinsip Penilaian 

1. Terencana

Penilaian dilakukan secara terencana sesuai dengan aspek perkembangan yang akan dinilai.

2. Sistematis

Penilaian dilakukan secara teratur dan terprogram.

3. Menyeluruh

Penilaian mencakup semua aspek perkembangan anak baik moral dan nilai-nilai agama, sosial-emosional, kemandirian, berbahasa, kognitif, fisik/motorik, seni. 

4. Berkesinambungan

Penilaian dilakukan secara bertahap dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan anak didik. 

5. Obyektif

Penilaian dilaksanakan terhadap semua aspek perkembangan sebagaimana adanya.

6. Mendidik

Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi dan mengembangkan anak didik secara optimal.

7. Kebermaknaan 

Hasil penilaian harus mempunyai arti dan bermanfaat bagi guru, orang tua, anak didik dan pihak lain.

Adapun yang harus kita lakukan supaya pembelajaran di PAUD terarah atau terstruktur, kita harus memiliki Cara, Alat dan Prosedur Penilaian yang relevan.

Penilaian dilaksanakan berdasarkan gambaran/informasi tentang perkembangan anak didik yang diperoleh dengan penilaian tertentu. Di dalam pedoman ini disajikan tiga bentuk penilaian yang merupakan alternatif pilihan yang dapat digunakan guru untuk menilai perkembangan anak didik.

A. Penilaian dengan Menggunakan Simbol

1. Cara penilaian

Dalam melaksanakan penilaian dengan menggunakan simbol guru dapat memakai cara penilaian berupa :

a. Observasi

Observasi adalah cara pengumpulan data melalui pengamatan langsung terhadap sikap, perilaku dan berbagai kemampuan yang ditunjukkan anak.

b. Catatan anekdot (anecdotal record)

Catatan anekdot adalah cara pengumpulan data melalui pengamatan langsung tentang sikap dan perilaku anak yang muncul secara tiba-tiba (peristiwa yang terjadi secara insidental).

c. Percakapan

Percakapan adalah cara pengumpulan data melalui interaksi lisan untuk mendapatkan informasi tentang pengetahuan atau penalaran anak mengenai sesuatu hal.

d. Penugasan

Penugasan adalah cara pengumpulan data berupa pemberian tugas yang harus dikerjakan anak didik dalam waktu tertentu baik secara perorangan maupun kelompok.

e. Unjuk kerja

Unjuk kerja adalah cara pengumpulan data yang menuntut anak didik untuk melakukan tugas dalam perbuatan yang dapat diamati, misalnya praktek menyanyi, olah raga, memperagakan sesuatu.

Cara-cara penilaian di atas dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan terintegrasi dengan metode pembelajaran.

2. Alat Penilaian

Alat penilaian yang digunakan dalam pembelajaran adalah sebagai berikut :
a. SKH (Satuan Kegiatan Harian )
b. Format catatan anekdot (anecdotal record)

3. Prosedur Penilaian

a. Guru melaksanakan penilaian dengan mengacu pada kemampuan (indikator) yang hendak dicapai dalam satu satuan kegiatan yang direncanakan dalam tahapan waktu tertentu dengan memperhatikan prinsip penilaian yang telah ditentukan. Penilaian dilakukan seiring dengan kegiatan pembelajaran. Guru tidak secara khusus melaksanakan penilaian, tetapi ketika pembelajaran dan kegiatan bermain berlangsung, guru dapat sekaligus melaksanakan penilaian. Dalam pelaksanaan penilaian sehari-hari, guru menilai kemampuan (indikator) semua anak yang hendak dicapai seperti yang telah diprogramkan dalam satuan kegiatan harian (SKH).

b. Cara pencatatan hasil penilaian harian dilaksanakan sebagai berikut:
  1. Catatlah hasil penilaian pada kolom penilaian perkembangan anak dalam Satuan Kegiatan Harian (SKH).
  2. Anak yang belum mencapai indikator seperti diharapkan dalam SKH atau dalam melaksanakan tugas selalu dibantu guru, maka pada kolom penilaian dituliskan nama anak dan diberi tanda bulatan kosong (0).
  3. Anak yang sudah melebihi indikator yang tertuang dalam SKH atau mampu melaksanakan tugas tanpa bantuan secara tepat/cepat/ lengkap/benar, maka pada kolom penilaian dituliskan nama anak dan tanda bulatan penuh.
  4. Jika semua anak menunjukkan kemampuan sesuai dengan indikator yang tertuang dalam SKH, maka pada kolom penilaian dituliskan kata ”semua anak” dengan tanda cheklist (√) misal : semua anak √.

3. Hasil catatan penilaian yang ada dalam satuan kegiatan harian (SKH) dirangkum dan dipindahkan ke dalam format rangkuman penilaian perkembangan anak didik TK.
  • Apabila hasil penilaian pada perkembangan anak dalam 1 bulan pada SKH lebih cenderung memperoleh bulatan penuh maka hasilnya akan dipindahkan bulatan penuh pada rangkuman bulanan dengan selalu memperhatikan proses perubahan perilaku dan kemampuan dalam pembelajaran.
  • Apabila hasil penilaian pada perkembangan anak dalam 1 bulan pada SKH lebih cenderung memperoleh bulatan kosong maka hasilnya akan dipindahkan bulatan kosong pada rangkuman bulanan.
  • Apabila hasil penilaian pada perkembangan anak dalam 1 bulan pada SKH lebih cenderung seimbang perolehan bulatan penuh dan bulatan kosong maka hasilnya berupa tanda ceklist (√) yang kemudian dipindahkan ke rangkuman bulanan.
  • Data dari buku rangkuman selama satu semester dianalisis dan disimpulkan untuk menetapkan gambaran perkembangan anak yang dideskripsikan ke dalam laporan penilaian.

Catatan:
  • Hasil catatan penilaian yang ada dalam Satuan Kegiatan Harian (SKH) di rangkum dan dipindahkan ke dalam satu format rangkuman penilaian yang mencakup bulanan dan semester.
  • Untuk menunjukkan ketercapaian indikator, selain menggunakan simbol bulatan penuh,kosong dan ceklist, guru dapat menggunakan simbol lain seperti simbol bintang ( = o, = √, = ●)
  • Contoh format rangkuman penilaian perkembangan anak didik TK kelompok A dan B dapat dilihat pada lampiran 8.


B. Penilaian dengan Menggunakan Portfolio

1. Cara Penilaian

Dalam melaksanakan penilaian dengan portfolio guru dapat menggunakan cara penilaian berupa, Observasi,Catatan anekdot (anecdotal record), Percakapan, penugasan unjukkerja, selain itu juga kumpulan hasil karya anak.
Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung tetapi menggunakan format/ alat penilaian tersendiri. Guru harus mengisi format sesuai dengan SKH yang diprogramkan.

2. Alat Penilaian

Alat penilaian portfolio dapat menggunakan format-format sebagai berikut:
a. Format observasi (lampiran 2)
b. Format catatan anekdot (lampiran 3)
c. Format percakapan ( lampiran 4)
d. Format penugasan ( lampiran 5)
e. Format unjuk kerja ( lampiran 6)

3. Prosedur Penilaian

  • Guru melihat SKH yang dibuat dalam satu hari pembelajaran.
  • Guru mengklasifikasi kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan di kelas. Contoh : percakapan, penugasan, unjuk kerja dan lain-lain.
  • Guru menyiapkan format-format penilaian sesuai dengan kegiatan-kegiatan pembelajaran dalam SKH .
  • Dalam mempersiapkan format penilaian guru menentukan waktu, kegiatan pembelajaran dan aspek yang dinilai.
  • Guru menuliskan hasil penilaian ke dalam format-format penilaian.
  • Setiap hasil karya anak dideskripsikan oleh guru pada lembar hasil karyanya.
  • Guru mendokumentasikan, menganalisis dan menyimpulkan hasil penilaian berikut berbagai deskripsi hasil karya anak didik ke dalam format rangkuman penilaian ( lampiran 7)

Setelah satu semester guru merangkum hasil penilaian perkembangan anak secara keseluruhan kemudian dinarasikan dan dituangkan ke dalam BLP (Buku Laporan Perkembangan Anak)

C. Penilaian Gabungan 

Penilaian ini merupakan gabungan antara penilaian yang menggunakan simbol dan portfolio. Sedangkan cara, alat, dan prosedur penilaian sesuai dengan penjelasan di atas.

Adapun pelaporan hasil penilaian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang harus kita perhatikan adalah sebagai berikut :

A. Pengertian

Pelaporan merupakan kegiatan menyampaikan dan mengkomunikasikan hasil penilaian guru tentang perkembangan anak didik. 

B. Bentuk Pelaporan

Berdasarkan hasil rangkuman perkembangan anak didik setiap penggalan waktu tertentu, penilaian dilaporkan dalam bentuk uraian (deskripsi) singkat dari masing-masing program pengembangan di TK, yaitu:
1. Program pengembangan diri
2. Program pengembangan kemampuan dasar

Uraian (deskripsi) dirumuskan dan dibuat seobyektif mungkin sehingga tidak menimbulkan persepsi yang salah bagi orang tua/wali atau bagi yang berkepentingan dalam bentuk Laporan Perkembangan Anak Didik TK. Contoh uraian (deskripsi) dan bentuk pelaporan perkembangan anak didik TK disajikan pada lampiran 9, 10, dan 11.

C. Pola Penulisan Laporan

Berdasarkan hasil penilaian guru tentang perkembangan anak selama satu semester maka pola pelaporan yang dituangkan ke dalam buku perkembangan anak didik TK mengikuti kriteria sebagai berikut:
  1. Uraian perkembangan secara umum.
  2. Uraian perkembangan kemampuan anak yang menonjol atau lebih pada semua aspek perkembangan.
  3. Uraian perkembangan kemampuan anak yang masih perlu ditingkatkan pada aspek perkembangan anak.

D. Teknik Melaporkan Hasil Penilaian

Laporan Perkembangan Anak Didik TK dilaporkan oleh kepala/guru TK secara lisan dan tertulis. Cara yang ditempuh dapat dilaksanakan dengan bertatap muka serta dimungkinkan adanya hubungan dan informasi timbal balik antara pihak TK dan orang tua/wali. Hal yang perlu diingat dalam pelaksanaan kegiatan ini hendaknya menjaga kerahasiaan data atau informasi, artinya bahwa data atau informasi tentang anak didik hanya diinformasikan dan dibicarakan dengan orang tua/wali anak didik yang bersangkutan atau tenaga ahli dalam rangka bimbingan selanjutnya. 

Penilaian merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran, karena melalui penilaian guru dapat mengetahui perkembangan anak secara keseluruhan dan berkesinambungan. Melalui penilaian ini guru mendapatkan umpan balik untuk menyempurnakan proses pembelajaran berikutnya.

Pedoman ini disusun untuk dijadikan acuan bagi para guru dan penyelenggara pendidikan dalam melaksanakan penilaian pendidikan di TK. Dengan melaksanakan penilaian secara benar sesuai prinsip-prinsip penilaian, diharapkan anak didik dapat berkembang seoptimal mungkin sehingga mutu pendidikan di TK lebih meningkat. Dalam pelaksanaannya guru dapat mengembangkan penilaian sesuai dengan kemampuan, kebutuhan dan kondisi daerah masing-masing.

Sumber: Beberapa sumber dan Bahan Materi diklat Guru TK Paud Tahun 2012

Download File PDF Konsep PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)

File PDF Konsep Pendidikan Anak Usia Dini ini kami sajikan sebagai bahan referensi bagi Guru PAUD yang sedang dalam menyusun Skripsi.

Konsep Pendidikan Anak Usia Dini yang disusun Oleh : Mujahidah Rapi, SH menerangkan bahwa Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). 

Dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 14).

Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang Pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun. Usia ini merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak (Yuliani Nurani Sujiono, 2009: 7). Usia dini merupakan usia di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Usia dini disebut sebagai usia emas (golden age). Makanan yang bergizi yang seimbang serta stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut.

Ada berbagai kajian tentang hakikat anak usia dini, khususnya anak TK diantaranya oleh Bredecam dan Copple, Brener, serta Kellough (dalam Masitoh dkk., 2005: 1.12 – 1.13) sebagai berikut.
1.   Anak bersifat unik.
2.    Anak mengekspresikan perilakunya secara relatif spontan.
3.    Anak bersifat aktif dan enerjik.
4.    Anak itu egosentris.
5.    Anak memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal.
6.    Anak bersifat eksploratif dan berjiwa petualang.
7.    Anak umumnya kaya dengan fantasi.
8.    Anak masih mudah frustrasi.
9.    Anak masih kurang pertimbangan dalam bertindak.
10.  Anak memiliki daya perhatian yang pendek.
11.  Masa anak merupakan masa belajar yang paling potensial.
12.  Anak semakin menunjukkan minat terhadap teman.

Untuk lebih jelasnya silahkan sobat Download File PDF tentang Konsep PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di bawah ini :

Download File PDF Konsep PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)


Demikian artikel kali ini yang bisa kami bagikan tentang Konsep PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), mudah-mudahan bisa dijadikan bahan Referensi Penyusunan Skripsi Bagi Guru PAUD. Terimakasih

Pelajaran PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)

Pelajaran PAUD yang terdapat pada buku Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. dengan demikian malam ini kami membagikannya untuk bisa dicermati dan dipahami dalam pemberian materi kepada Anak Usia Dini.

Vygotsky dalam Naughton (2003:46) percaya bahwa bermain membantu perkembanagan kognitif anak secara langsung, tidak sekedar sebagai hasil dari perkembangan kognitif seperti yang dikemukakan oleh piaget. Ia menegaskan bahwa bermain simbolik memainkan peran yang sangat penting dalam perkembangan berpikir abstrak. Sejak anak memulai bermain make believe, anak menjadi mampu berfikir tentang makna-makna obyek yang mereka representasikan secara independen.

Pada kegiatan pendidikan anak usia dini, ada materi-materi yang harus diberikan kepada anak usia dini. Materi program kegiatan pendidikan anak usia dini dibagi dalam dua kelompok usia:

1. Materi Usia Lahir Sampai 3 Tahun 

a.a. Pengenalan diri sendiri 

Permainan yang kreatif memungkinkan perkembangan konsep diri. Bermain mendukung anak untuk tumbuh serta mandiri dan memiliki kontrol atas lingkungannya. Melalui bermain anak dapat menemukan hal yang baru, bereksplorasi, meniru, dan mempraktikan kehidupan sehari-hari sebagai sebuah langkah dalam membangun ketrampilan menolong dirinya sendiri, ketrampilan ini membuat anak merasa kompeten.

Permainan yang kreatif memungkinkan perkembangan konsep diri. Bermain mendukung anak untuk tumbuh serta mandiri dan memiliki kontrol atas lingkungannya. Melalui bermain anak dapat menemukan hal yang baru, bereksplorasi, meniru, dan mempraktikan kehidupan sehari-hari sebagai sebuah langkah dalam membangun ketrampilan menolong dirinya sendiri, ketrampilan ini membuat anak merasa kompeten.

b. b. Pengenalan perasaan 

Pengenalan perasaan termasuk perkembangan emosi. Melalui bermain anak dapat belajar menerima, berekspresi dan mengatasi masalah dengan cara yang positif. Bermain juga memberikan kesempatan pada anak untuk mengenal diri mereka sendiri dan untuk mengembangkan pola perilaku yang memuaskan dalam hidup.

c.c. Pengenalan tentang orang lain 

Pengenalan tentang orang lain termasuk dalam perkembangan sosial. Bermain memberikan jalan bagi perkembangan sosial anak ketika berbagi dengan anak lain. Bermain adalah sarana yang paling utama bagi pengembangan kemampuan bersosialisasi dan memperluas empati terhadap orang lain serta mengurangi sikap egosentrisme. Barmain dapat menumbuhkan dan meningkatkan rasa sosialisasi anak. Melalui bermain anak dapat belajar perilaku prososial seperti menunggu giliran, kerja sama, saling membantu, dan berbagi. 

d. d. Pengenalan berbagai gerak 

Pengenalan berbagai gerak bertujuan untuk membantu memaksimalkan perkembangan fisik. Bermain dapat memacu perkembangan perseptual motorik pada beberapa area, yaitu : (1) koordinasi mata-tangan atau mata-kaki, seperti saat menggambar, menulis, manipulasi objek, mencari jejak secara visual, melempar, menangkap, menendang, (2) kemampuan motorik kasar, seperti gerak tubuh ketika berjalan, melompat, berbaris, meloncat, berlari, berjingkat, berguling-guling, merayap dan merangkak, (3) kemampuan bukan motorik kasar (statis) seperti menekuk, meraih, bergiliran, memutar, meregangkan tubuh, jongkok, duduk, berdiri, bergoyang, (4) manajemen tubuh dan kontrol seperti menunjukkan kepekaan tubuh, kepekaan akan tempat, keseimbangan, kemampuan untuk memulai, berhenti, mengubah petunjuk. 

e.e. Mengembangkan komunikasi 

Mengembangkan komunikasi dapat dilakukan dengan membantu anak dalam meningkatkan kemampuan berbahasanya. Bermain merupakan alat yang paling kuat untuk membelajarakan kemampuan berbahasa anak. Melalui komunikasi inilah anak dapat memperluas kosakata dan mengembangkan daya penerimaan serta pengekspresian kemampuan berbahasa mereka melalui interaksi dengan anak-anak lain dan orang dewasa pada situasi bermain spontan. Seperti ketika anak bermain boneka dengan temannya, mereka secara spontan akan berbicara atau berkomunikasi dengan temannya. Boneka sebagai anaknya, kemudian ada yang dijadikan ibu dan sebagai bapak. 

Secara spesifik, bermain dapat memajukan perkembangan dari segi komunikasi berikut ini : (1) bahasa reseptif (penerimaan), yaitu mengikuti petunjuk-petunjuk dan memahami konsep dasar, (2) bahasa eksresif, yaitu kebutuhan mengekspresikan keinginan, perasaan, penggunaan kata-kata, frase-frase, kalimat, berbicara secara jelas dan terang, (3) komunikasi non verbal, yaitu penggunaan komunikasi kongruen, ekspresi muka, isyarat tubuh, isyarat tangan, (4) memori pendengaran, yaitu memahami bahasa berbicara dan membedakan bunyi 

f.f. Ketrampilan berfikir 

Materi ketrampilan berfikir merupakan materi yang diberikan sebagai tujuan untuk mengembangkan aspek kognitif anak. Pengembangan kognitif dapat dilakukakan dengan kegiatan bermain. Selama bermain, anak menerima pengalaman baru, memanipulasi bahan dan alat, berinteraksi dengan orang lain dan mulai merasakan dunia mereka. Bermain menyediakan kerangka kerja untuk anak untuk mengembangkan pemahaman tentang diri mereka sendiri, orang lain, dan lingkungan. Bermain adalah awalan dari fungsi kognitif selanjutnya, oleh karenanya bermain sangat diperlukan dalam kehidupan anak-anak

2. Materi anak usia 3 sampai 6 tahun 

  1. Keaksaraan, mencakup peningkatan kosa kata dan bahasa, kesadaran fonologi,wawasan pengetahuan, percakapan, memahami buku-buku, dan lainnya.
  2. Konsep matematika, mencakup pengenalan angka-angka, pola-pola dan hubungan, geometri dan kesadaran ruang, pengukuran, pengumpulan data, pengorganisasian, dan mempresentasikannya. 
  3. Pengetahuan alam, lebih menekankan pada objek fisik, kehidupan bumi dan lingkungan. 
  4. Pengetahuan sosial, mencakup hidup orang banyak, bekerja, berinteraksi dengan yang lain, membentuk, dan dibentuk oleh lingkungan. Komponen ini membahas karakteristik tempat hidup manusia dan hubungannya antara tempat yang satu dengan yang lainnya, juga hubungannya dengan orang banyak. Anak-anak mempelajari tentang dunia dan pemetaannya, misalnya dalam rumah dan ruang tamu, ruang tidur, kamar mandi, dapur, ruang keluarga, ruang belajar, di luar rumah ada taman, garasi dan sebagainya. Setiap rumah memiliki tetangga dalam jarak dekat atau jauh. 
  5. Seni, mencakup menari, musik, bermain peran, menggambar dan melukis. Menari adalah mengekspresikan ide ke dalam gerakan tubuh dengan mendengarkan musik, dan menyampaikan perasaan. Musik adalah mengombinasikan instrumen untuk menciptakan melodi dan suara yang menyenangkan. Drama adalah mengungkapkan cerita melalui aksi, dialog atau keduanya. Seni juga mencangkup melukis, menggambar, mengoleksi sesuatu, modeling, membentuk dengan tanah liat atau materi lain, menyusun bangunan, membuat boneka, mencap dengan stempel dan lain-lain.
  6. Teknologi, mencakup alat-alat dan penggunaan operasi dasar. Kesadaran teknologi ini membahas tentang alat-alat teknologi yang digunakan anak-anak dirumah, sekolah dan pekerjaan keluarga. Anak-anak dapat mengenal nama-nama alat dan mesin yang digunakan oleh manusia sehari-hari. 
  7. Ketrampilan proses, mencakup pengamatan dan eksplorasi, eksperimen, pemecahan masalah, dan koneksi, pengorganisasian, komunikasi dan informasi yang mewakili.

Sumber: 
Sujiono, Yuliani Nurani. 2011. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta : PT Indeks Asmani, Jamal Ma’mur, Buku Pintar Play Group. Yogyakarta : Buku Biru

Demikian artikel kali ini yang bisa kami sajikan tentang Pelajaran PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), mudah-mudahan bermanfaat bagi sahabat Guru PAUD di Nusantara. Terimakasih

Download Kartu Baca Abjad dengan Gambar Menarik untuk Anak PAUD

Download Kartu Baca Abjad dengan Gambar Menarik untuk Anak PAUD - File Kartu Baca Abjad dengan Gambar Menarik ini kami bagikan secara cuma-cuma/gratis bisa sobat gunakan dalam mengajar Anak Usia Dini di Lembaga masing-masing.

Kartu Baca Abjad ini sangat sederhana sekali sehingga mudah untuk digunakan, dan Kartu Baca Abjad ini disajikan dalam bahasa inggris, sebenarnya Kartu Baca Abjad bisa sobat buat sendiri dan ingat ini adalah sebagai bahan referensi saja.

Sebenarnya Kartu Baca Abjad ini adalah salah satu metode pembelajaran yang bisa kita gunakan tetapi kita tidak bisa memaksa anak untuk membaca. Sebelum pada Pokok Pembahasan tentang Download Kartu Baca Abjad dengan Gambar Menarik untuk Anak PAUD, kami akan menerangkan sedikit Metode Belajar Membaca yang bersumber dari Blog Kartu Baca Flash Card.

1. Mengajar

Mengeja adalah suatu cara lama yang sering dipakai orang tua atau pengajar untuk mengajarkan membaca. Caranya dengan memperkenalkan abjad satu persatu terlebih dulu dan menghafalkan bunyinya. 

Langkah selanjutnya adalah menghafalkan bunyi rangkaian abjad/huruf menjadi sebuah suku kata. Mula-mula rangkaian dua huruf, tiga huruf, empat huruf hingga anak mampu membaca secara keseluruhan. 

Kelemahan metode ini adalah anak-anak balita sulit merangkaikan bunyi huruf yang satu dengan yang lain. Mengapa b ditambah a jadi ba (dan bukan bea). Kelemahan berikutnya adalah setelah anak menguasai rangkaian suku kata, anak akan kesulitan kembali untuk menghilangkan proses pengejaan sehingga agak menghambat kemampuan mereka untuk membaca dengan normal. Seperti pada kata baju, mereka akan mengeja, bea “ba”, jeu “ju”, baju. 

Metode tersebut sangat mungkin diperlukan proses tambahan untuk menghilangkan kebiasaan “bea” dan “jeu” ini.

2. Membaca dengan Gambar

Gambar-gambar memang sangat menarik. Terlebih gambar yang berwarnawarni, tentu anak-anak sangat menyukainya. Mengajar membaca dengan gambar sangat baik terutama untuk memberikan pengalaman pra membaca pada anak. Cara ini bermanfaat untuk memberikan pengertian kepada anak bahwa sebuah tulisan itu ada maknanya. Bahwa hurufhuruf yang dirangkai dapat membentuk sebuah kata yang memiliki arti. 

Namun, mengajar dengan bantuan gambar memiliki beberapa kelemahan, yaitu, sulit menyiapkan alat peraga gambar dengan tulisan yang stabil/terstandar, kemudian anak-anak cenderung memperhatikan gambar daripada tulisannya. Misalkan kita mengajarkan tentang gambar sebuah surat kabar. Tertulis di bawah gambar itu “surat kabar”. Bisa jadi di lain kesempatan ketika kita bertanya kembali, dengan gambar yang sama, dengan tulisan yang sama –“surat kabar”, ini bacanya apa, mereka akan menjawab “koran”. Karena bisa saja mereka sempat memperoleh informasi pula bahwa yang seperti itu dapat pula disebut “koran”. Disini terlihat bahwa anak cenderung membaca gambar bukan membaca abjad.

3. Membaca “Keseluruhan” baru “Bagian” 

Cara ini mengacu pada teori Gestalt, yaitu teori yang mengemukakan bahwa seseorang biasanya memandang segala sesuatu secara keseluruhan terlebih dahulu, baru memperhatikan bagianbagian serta detailnya.

Caranya dengan memperkenalkan kalimat lengkap terlebih dahulu, baru kemudian dipilahpilah bagiannya menjadi sebuah kata, dari kata ini dipilah lagi menjadi suku kata, dari suku kata dipilah menjadi beberapa huruf. 

Misalnya: 
ini nana
ini nana
i ni na na
ini
nana

Cara ini terbukti efektif untuk usia SD. Namun, dalam percobaan pada anak balita tidak memberikan hasil yang sama. Mereka mudah putus asa karena terasa sulit bahkan melakukan blocking (diam, mogok baca).

4. Metode Kartu Kata

Kartu-kartu kata dibuat dari kertas putih yang ditempeli huruf-huruf berukuran raksasa sebesar 10×10 cm per huruf dengan kertas emas sehingga membentuk kata yang “dekat” dengan anak. Kartu ini berulang kali ditunjukkan pada anak disertai bunyi bacaannya. Bila anak telah dapat membaca 1 set kartu kata, maka dilanjutkan dengan 1 set yang lain dengan ukuran agak lebih kecil, demikian seterusnya hingga anak dapat membaca huruf yang normal. Metode ini biasa dikenal metode Glenn Doman.

Diperlukan ketelatenan dan kesabaran yang luar biasa jika kita ingin memakai metode ini. Baik dari segi waktu peragaan, dana, dan pembuatan alat peraga. Metode ini pula cenderung membuat anak “menghafal kata” bukan “membaca kata”. Misal pada tahap awal dengan mudah anak menirukan sebuah kata, misalkan “qonita” bila ditunjukkan kartu kata “qonita” dan dengan mudah menirukan kata “ibu” bila ditunjukkan kartu kata “ibu”. Namun, meskipun dapat membaca qonita dan ibu, adalah sangat sulit bila anak harus membaca kata “buta” tanpa diajar, yang sebetulnya merupakan bagian dari kata “ibu” dan “qonita”.

Namun seperti metode membaca dengan gambar metode ini juga sangat baik untuk memberikan pengalaman pra membaca pada anak.

5. Metode Membaca Suku Kata

Metode membaca dengan suku kata mirip dengan metode IQRA. Membaca huruf latin dengan lebih dulu menggabungkan huruf konsonan dan vokal. Sehingga membentuk suku kata yang berbunyi. Misal ba, kita langsung memperkenalkan sebagai ba. Tidak dieja terlebih dahulu. Maka, untuk anak yang belum mengenal nama masing-masing abjad disarankan tidak perlu menghafalkan nama-nama alfabet, az, terlebih dahulu. Jadi langsung dikenalkan ketika huruf konsonan dan kapital sudah dirangkaikan (berbentuk suku kata).

Misal: 
a ba
a ba ba a
ba ba ba ba

Pilih metode belajar membaca yang sesuai dengan kesukaan dan kemampuan Anak. Jangan paksakan metode tertentu kepada anak karena akan berdampak buruk terhadap perkembangan anak sendiri.

Silahkan Sobat Download Kartu Baca Abjad dengan Gambar Menarik untuk Anak PAUD di bawah ini :



Cukup sekian dan terimakasih artikel yang bisa kami bagikan tentang Download Kartu Baca Abjad dengan Gambar Menarik untuk Anak PAUD, mudah-mudahan bermanfaat dan jangan lupa berikan komentarnya. Terimakasih

Belajar Membaca Abjad dan Nama Binatang untuk PAUD Melalui Flash Card

Belajar Membaca Abjad dan Nama Binatang untuk PAUD Melalui Flash Card - Kali ini kami akan membagikan Flash Card sebagai bahan media Pembelajaran PAUD untuk belajar Membaca Aljabar dan Nama Binatang melalui Flash Card.

Apa itu Flash Card ? Flash Card adalah kartu-kartu bergambar yang dilengkapi kata-kata, yang diperkenalkan oleh Glenn Doman, seorang dokter ahli bedah otak dari Philadelphia, Pennsylvania. Gambar-gambar pada Flash Card dikelompok-kelompokkan antara lain: seri binatang, buah-buahan, pakaian, warna, bentuk-bentuk angka, dan sebagainya. Kartu-kartu tersebut dimainkan dengan cara diperlihatkan kepada anak dan dibacakan secara cepat, hanya dalam waktu 1 detik untuk masing-masing kartu. Tujuan dari metode itu adalah melatih kemampuan otak kanan untuk mengingat gambar dan kata-kata, sehingga perbendaharaan kata dan kemampuan membaca anak bisa dilatih dan ditingkatkan sejak usia dini.

Flash Card ini merupakan terobosan baru di bidang metode pengajaran membaca dengan mendayagunakan kemampuan otak kanan untuk mengingat. Namun, sebagaimana umumnya metode-metode baru, metode ini juga mendatangkan kritik dan tanda tanya dari masyarakat maupun profesional di bidang pendidikan dan perkembangan anak, bahkan ada yang menganggapnya mustahil. Penyebabnya, dasar dari metode Flash Card adalah melatih anak menghafal asosiasi antara gambar dan kata-kata, sehingga ketika ia melihat kata-kata itu lagi di kemudian hari maka ia akan mengingat dan dapat mengucapkannya. Inilah yang disebut ”membaca”. Namun bila anak melihat kata-kata baru, ia tak dapat mengucapkannya karena belum pernah diperkenalkan sebelumnya.
Gambar Ilustrasi : Flash Card Mengenal Huruf
Menurut saya, kartu-kartu Flash Card dapat diberikan kepada anak sebagai sebuah permainan mengenal huruf dan kata-kata. Gambar-gambarnya yang menarik dengan warna-warni menyolok akan disukai bayi dan anak-anak, sehingga ibu bisa mengajak mereka bergembira, bermain dan belajar dalam cara yang sederhana. Tak perlu menargetkan hasil yang muluk-muluk atau memaksa anak untuk menghafal sekian kata dalam sehari, misalnya. Apalagi sampai membanding-bandingkan dengan bayi atau anak-anak lain seusianya yang sudah lebih maju kemampuan belajarnya. Biarkan saja anak berkembang dan belajar dalam temponya sendiri dan mengikuti kematangan fungsi-fungsi otaknya masing-masing, sebab setiap anak berbeda.


Adapun Manfaat dari penggunaan media Flash Card dalam Pembelajaran Anak Usia Dini (PAUD) antara lain adalah sebagai berikut :
  • Anak akan dapat membaca pada usia sedini mungkin,
  • Mengembangkan daya ingat otak kanan.
  • Melatih kemampuan konsentrasi anak,
  • Memperbanyak perbendaharaan kata.

Bagi sobat yang tertarik menggunakan Metode Pembelajaran Flash Card ini, kami sajikan Link di bawah untuk mendownload bahan Belajar Membaca Abjad dan Nama Binatang untuk PAUD Melalui Flash Card :

Penggunaan dalam Metode Pembelajaran ini atau Flash Cardsilahkan Cetak File yang sudah di Download dan silahkan Cetak dan Potong Abjad untuk membantu anak dalam pengenalan Abjad dan Binatang.


Mudah-mudahan Flash Card ini bermanfaat dan bisa digunakan di Lembaga masing-masing sebagai bahan referensi pembelajaran PAUD, dan jangan lupa bagikan artikel ini melalui sosial media. 
Kami mengharapkan sebelum mendownload silahkan berikan komentarnya pada kotak komentar yang sudah disediakan. Terimakasih 

Membuat PUZZlE Sederhana untuk Anak PAUD

Membuat PUZZlE Sederhana untuk Anak PAUD - Pada malam ini kami akan membagikan Tata Cara Membuat PUZZLE untuk PAUD dengan sesederhana mungkin. FUZZLE tersebut bisa sobat Download di akhir artikel ini melalui Link Tautan yang sudah kami sediakan.
Gambar : PUZZLE
Sebelumnya sobat mendownload kami akan menjelaskan sedikit tentang Pengertian, Macam-macam Puzzle dan Manfaatnya yang kami ambil dari beberapa sumber :

Pengertian Media Puzzle

Kata puzzle berasal dari bahasa Inggris = teka-teki atau bongkar pasang, puzzle adalah media yang dimainkan dengan cara bongkar pasang.

Fungsi Puzzle

Pada umumnya sisi edukasi permainan Puzzle ini berfungsi untuk :
  • Melatih konsentrasi, ketelitian dan kesabaran
  • Melatih koordinasi mata dan tangan.
  • Melatih logika.
  • Memperkuat daya ingat
  • Mengenalkan anak pada konsep hubungan
  • Dengan memilih gambar/bentuk, dapat melatih berfikir matematis (menggunakan otak kiri)

Macam-macam Puzzle

a. Puzzle Konstruksi
b. Puzzle Batang (stick)
c. Puzzle Lantai
d. Puzzle Angka
e. Puzzle Transportasi
f. Puzzle Logika
g. Puzzle Geometri
h. Puzzle Penjumlahan dan Pengurangan

Tahukah Sobat, bahwa dengan bermain Puzzle anak dilatih mengenali ukuran, gambar dan bentuk yang berbeda sehingga akan membantu anak dalam meletakkan potongan puzzle di segala arah dengan harmonis dan bersamaan.

Bermain Puzzle melatih anak Anda tentang kesabaran, untuk menjalankan proses hingga menemukan Goal yang diinginkan.

Di bawah ini kami sajikan macam-macam Puzzle yang bisa sobat Download dan Gunakan di Lembaga masing-masing melalui Link di Bawah ini :


Jangan Lupa Baca : Belajar Membaca Abjad dan Nama Binatang untuk PAUD Melalui Flash Card

Jika Sobat Mempunyai Handphone Android silahkan manfaatkan Game PUZZEL ini, silahkan Download Game Puzzel di sini.

Jika File Puzzle di atas bermanfaat, silahkan berikan komentarnya pada kotak komentar yang sudah disediakan dan jangan lupa silahkan bagikan artikel ini melalui sosial media. Sebelumnya kami ucapkan terimakasih telah mendownload File tersebut.

Download Buku PAUD Gratis 100% Usia Anak 5 - 6 Tahun

Download Buku PAUD Gratis 100% Usia Anak 5 - 6 Tahun - Salam sejahtera, mudah-mudahan kita dalam lindungan Allah SWT, pada kesempatan ini kami akan membagikan Buku PAUD Gratis 100% Usia Anak 5 - 6 Tahun.

Buku PAUD ini kami ambil dari berbagai sumber dengan buku ini kita bisa mengetahui apa yang kita inginkan dalam mengelola sebuah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Dalam buku ini terdapat beberapa Pokok Bahasan seperti :
  1. Kompetensi yang akan dicapai Melalui Kegiatan Pembelajaran
  2. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Pembelajaran di PAUD.
  3. Perencanaan Pembelajaran di PADU 
  4. Pelaksanaan Pembelajaran
  5. Penilaian 
  6. Contoh RPPM Satu Semester dan Contoh RPPH untuk Emapat Metode Pembelajaran Rencana
  7. Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)
  8. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)
Buku PAUD ini disajikan dengan Format PDF, sehingga buku tersebut tidak bisa diedit melainkan untuk dibaca dan dimanfaatkan, saya rasa buku ini sangat penting dimiliki oleh setiap Lembaga PAUD. Kita juga sudah bisa menilai dari Daftar Isi diatas yang sudah saya tuliskan, begitu pentingnya buku ini.

Kami akan menggambarkan sedikit tentang Pendahuluan Buku PAUD di bawah ini yang berisi sebagai berikut :

Anak usia dini merupakan individu yang memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan lainnya. Pada saat ini sedang mengalami perkembangan otak yang sangat pesat dan dikatakan dengan masa emas (golden ages) sampai 80 %. Masa ini tidak akan terulang lagi. Oleh karena itu, pemberian rangsangan pendidikan pada usia dini yang tepat sangat diperlukan untuk memastikan bahwa setiap anak mencapai perkembangan yang optimal sehingga mereka mempunyai landasan yang kuat untuk menempuh pendidikan selanjutnya.

Pendidik PAUD sebagai ujung tombak yang bertanggungjawab dalam pembelajaran diharapkan mampu merancang, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan yang melibatkan seluruh aspek perkembangan sehingga tercapai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal. Buku panduan ini disusun untuk membantu pendidik melaksanakan tugas-tugas yang berkaitan dengan pembelajaran.

Bagi sobat yang membutuhkan Buku PAUD tersebut, silahkan sobat download melalui Link yang sudah kami sediakan di bawah ini :


Jika buku ini bermanfaat silahkan tuliskan komentarnya pada kotak komentar yang sudah disediakan dan jangan lupa bagikan melalui media online yang sudah disediakan pada blog ini.

Demikian artikel kali ini tentang Download Buku PAUD Gratis 100% Usia Anak 5 - 6 Tahun, mudah-mudahan bermanfaat dan dijadikan sebagai referensi buku Panduan di Lembaga Masing-masing. 

Video Belajar Anak PAUD

Video Belajar Anak PAUD - Pada malam ini kami akan membagikan sebuah Video Pembelajaran Anak PADU, yang kami dapat dari Youtube, setelah kami lihat Video tersebut sangat bermanfaat bagi kita semua, bahkan bisa kita terapkan kepada Anak kita.

Dalam Video tersebut terdapat beberapa pembelajaran PAUD yang bisa kita ambil sebagai contoh bahan pembelajaran di Satuan Pendidikan masing-masing.

Video Belajar Anak PAUD ini bisa anda tonton langsung di blog ini, dalam Video Belajar ini berisi materi Mengenal Huruf, Angka, Warna, Bentuk dengan Batita Cerdas Cilukba yang bisa kita berikan kepada Anak-Anak PAUD di Lembaga masing-masing.
Gambar : Cover Video Belajar Anak PAUD
Bagi sahabat PAUD Baitul Fiqri yang ingin melihat secara langsung, silahkan Klik Play pada Video Belajar Anak PAUD di bawah ini :


Mungkin sobat tertarik dengan Video di atas dan ingin sekali untuk mendownloadnya, Bagaimana Cara Mendownloadnya .. ??


Video Belajar Anak PAUD bisa sobat pasang/masukan pada Handphone sehingga mudah untuk mempelajari Mengenal Huruf, Angka, Warna, Bentuk dengan Batita Cerdas Cilukba melalui Video tersebut.
Para Orang Tua Siswa/i di di Lembaga PAUD kami semuanya sudah memiliki Video pembelajaran Mengenal Huruf, Angka, Warna dan Bentuk, semua orang tua sangat berterimakasih dan mereka bisa mengarahkan anak nya untuk belajar sambil bermain.

Demikian artikel kali ini tentang Video Belajar Anak PAUD yang bisa kami bagikan kembali melalui media Online ini, sebelumnya kami ucapkan terimakasih dan jangan lupa bagikan artikel ini.

Download Format SKHUS untuk SD, SMP, SMA Tahun 2016

Download Format SKHUS untuk SD, SMP, SMA Tahun 2016 - Pada posting kali ini saya akan membagikan Format SKHUS SD, SMP, SMA, SMK Tahun 2016 dengan Microsoft Excel Gratis 
Gambar Ilustrasi : SD, SLTA, SLTP
Kali ini Klik PAUD Baitul Fiqri Nasional share tentang Download Format SKHUS untuk SD, SMP, SMA Tahun 2016 yang bisa anda download dan edit filenya untuk disesuaikan dengan kebutuhan di sekolah anda. Selain dengan format file excel, ada juga pilihan cara pembuatan SKHU Sementara dengan menggunakan Microsoft Word yaitu dengan memanfaatkan fasilitas Mail Merge yang mudah untuk digunakan. Semua file yang bisa anda download ini selanjutnya bebas untuk anda edit, customize atau modifikasi sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Download Format SKHUS untuk SD, SMP, SMA Tahun 2016

Di bawah ini link untuk mendownload file Format SKHUS untuk SD, SMP, SMA Tahun 2016. Anda klik pada link di bawah ini dan setelah didownload semua filenya nanti bisa anda edit kembali disesuaikan dengan data dan kebutuhan sekolah. File-file dalam format xlsx dan docx ini sudah disimpan di Google Drive. 


Mudah-mudahan File Link Download Format SKHUS untuk SD, SMP, SMA Tahun 2016 dengan Microsoft Excel dan Mail Merge Micosoft Word ini bisa membantu pekerjaan anda.

PAUD Investasi Paling Menjanjikan

Dirjen PAUD & Dikmas Harris Iskandar: “PAUD, Investasi Paling Menjanjikan - Jika suatu daerah ingin memiliki daya saing yang kuat, maka berinvestasilah dengan membangun pendidikan anak usia dini yang berkualitas. Insya Allah ke depan akan mampu menjadi daerah yang maju dengan SDM berkualitas.
Gambar 

Program BOP DAK PAUD yang kini menjadi program di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) menjadi perhatian serius Dirjen PAUD dan Dikmas Harris Iskandar, Ph.D. Menurut Dirjen, adanya BOP DAK PAUD ini menjadi peluang untuk pengembangan PAUD berkualitas karenanya pengelolaannya harus benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan aturan. Penegasan tersebut disampaikan Harris saat memberikan arahan sekaligus pembukaan Rapat Kerja Penguatan Strategis Program PAUD DIKMAS Tahun 2016 dengan tema “Pengelolaan BOP DAK PAUD dan Program PAUD DIKMAS” yang digelar di Mercure Hotel & Convention Ancol.

Di hadapan peserta Raker yang berjumlah 682 peserta dari total 820 undangan, Harris menyatakan, pengelolaan BOP DAK harus menjadi perhatian bersama karena ini untuk kepentingan pendidikan anak usia dini. Maka, lebih jauh Dirjen PAUD Dikmas menyatakan, dalam konteks menciptakan pengelolaan BOP DAK PAUD itu pula rapat kerja mengundang peserta rapat yang berasal dari berbagai posisi, mulai dari para Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Asset Daerah Pemerintah Kota/Kabupaten, para Kepala Bidang PAUD Dikmas Provinsi, Penanggung jawab DAK dan PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, para Kasubdit dan para kepala seksi Program & Evaluasi di lingkungan Ditjen PAUD Dikmas.

Terkait pengelolaan selama ini, menurut Harris, Ditjen PAUD Dikmas terus memantau keadaan di lapangan dari Sabang hingga Merauke bagaimana kondisi menjelang pencairan BOP DAK pada triwulan kedua. “Hasilnya memutuskan bahwa kita harus melakukan koordinasi sekali lagi. Langkah ini untuk memastikan bahwa seluruh petugas, aparat, dan pejabat di daerah memahami peran sehingga mekanisme bisa terlaksana, baik dari sisi waktu, aturan, dan juknis yang sesuai,” ujarnya.
Keseriusan pengelolaan BOP DAK PAUD ini, lanjut Harris, penting dilakukan karena ada banyak anak usia dini, para guru PAUD, dan pengelola menunggu bantuan yang mereka butuhkan. “Menjadi penting juga karena PAUD menjadi prioritas pembangunan human capital di Indonesia dan juga dunia. PAUD diangkat derajatnya masuk ke dalam salah satu Sustainable Development Goals (SDG),” katanya. Tujuan SDG, Dirjen menambahkan, antara lain memastikan kualitas pendidikan minimal pra- SD merupakan target yang harus dicapai seluruh negara sebelum 2030. “Masih lama memang, tapi kalau tidak disiapkan dari sekarang kita akan kedodoran. Itulah pentingnya minimal pra SD itu, anak-anak mendapat layanan PAUD,” ujar Harris.

Dari Deklarasi Incheon, Korea, tahun lalu, Dirjen mengemukakan, yang menjadi fokus utama adalahcompulsory childhood education atau PAUD. Kenapa demikian, karena perkembangan otak manusia terjadi pada periode-periode yang disebut usia emas. Bahkan ada hasil riset terakhir pada 1.000 hari pertama itu struktur otak terbentuk mencapai 80%. Riset tersebut, menurut Harris semakin menguatkan bahwa kita selama ini tidak memberikan perhatian pada pendidikan PAUD. Padahal merujuk riset penerima nobel, tidak ada investasi yang paling berharga selain PAUD. Dibanding jenjang pendidikan lain, investasi PAUD memberikanreturn jauh lebih tinggi.

“Sekitar 15 tahun lalu saat menjadi atase di AS, saya mengantar Dirjen PAUD, saat itu nama PAUD belum banyak diketahui. Harapan saya yang bicara orang psikologi, pendidikan, atau pengasuh. Ternyata narasumbernya bankers dari Federal Reserve, ekonom, mereka mengatakan mengenai rate of return of investment, yang paling menjanjikan tidak ada selain childhood education,” katanya.

Jadi, lanjut Dirjen, bagi daerah yang ingin maju dan berdaya saing, maka berinvestasilah dengan membangun PAUD berkualitas. “Insya Allah ke depan akan memiliki SDM berkualitas dan mampu diandalkan,” katanya. (Tim Warta/KS)


Penghasilan Tambahan Operator Sekolah dari Internet

Penghasilan Tambahan Operator Sekolah dari Internet - Penghasilan tambahan dari internet bagi Operator Sekolah sangat diharapkan, baik dari Adsense maupun dari berbagai Bisnis Online yang ditekuninya.

Mungkin artikel ini tidak membahas tentang permasalahan Dapodik PAUD-DIKMAS, sebab saya rasa para operator dapodik sudah pada mahir dalam pengisian Aplikasi tersebut, tetapi artikel kali ini akan membahas Bagaimana Cara mendapatkan penghasilan Operator Sekolah dari Internet selain Adsense.

Penghasilan dari Internet ini sudah banyak dibahas di blog-blog yang membahas Bisnis Online, tetapi menurut saya Bisnis Online yang ini adalah sangat memuaskan, bisa dikatakan bukan tipuan belaka/PHP.

Kenapa saya membuat sebuah Topik Penghasilan Tambahan Operator Sekolah dari Internet ..??

Karena saya merasakan sendiri untuk mendapatkan honor tambahan sebagai OPS sangatlah tidak memungkinkan, banyak proses yang ditempuh, sehingga kita sebagai OPS hanyalah bisa bersabar dan berdoa kepada Allah swt.

Sebelum saya melanjutkan artikel ini, ada beberapa yang harus anda ketahui, bahwa Program ini adalah salah satu program Bisnis Online yang saya tekuni dalam pengisian Rekening Online Via Paypal.

Rekening Paypal tersebut saya gunakan untuk kepentingan Ngeblog baik membeli domain maupun kebutuhan Blogging seperti pembelian artikel Original Bahasa Inggris, selain itu saya gunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Bagi sahabat PAUD Baitul Fiqri, yang mau mengikuti jejak saya dalam mencari Recehan Dolar dari Internet untuk membeli sebatang r@k@k atau lainnya, silahkan ikuti Trik dan Tips Tutorialnya di bawah ini :

Cara Memasang Iklan Revenuehits - Mendaftar Revenuehits dan Memasang iklannya tidak sesulit yang kita bayangkan sebab kalau mendaftar Revenuhits langsung di terima tanpa syarat apapun, dan cara nya cukup mudah, Revenuehits juga sebagai Alternatif Adsense karena kita bisa mendapatkan Penghasillan besar dari Revenuehits.

Dan Ingat saat ini, semakin banyak orang yang menyadari bahwa mereka bisa mendapatkan hasil yang berupa dollar yang bisa di dapatkan secara online melalui situs atau pun Blog mereka. 

Cara Daftar di POP TM :

1. Pertama silahkan anda menuju Link poptm.com disini
2. Jika sudah masuk ke Website tersebut silahkan Klik Sign Up
3. Kemudian silahkan anda masukan data-data yang diperlukan
4. Silahkan Anda Tunggu sampai ada pemberitahuan akun telah aktif/Approved, seperti Gambar di bawah ini :
Gambar Ilustrasi : Web/Blog Aktif/Approved

Cara Memasang Iklan dari poptm.com :

1. Pertama silahkan Anda masuk / Login di Poptm.com

2. Pilih Publisher ==> Websites ==>  Add Websites, untuk lebih jelasnya silahkan anda lihat gambar di bawah ini :
Gambar Ilustrasi : Memasukan Website/Blog
3. Kemudian silahkan anda masukan Website nya pada kotak yang sudah disediakan. dan perlu diperhatikan pada langkah ini terdiri 3 Poin yang harus anda lakukan.
     a. Kolom Domain, silahkan Isi Alamat Website/Blog Anda.
     b. Pilihan Kategori, silahkan Masukan Kategori Web anda.
     c. Terakhir silahkan Klik Add Website

4. Tunggu sampai Website / Blog yang anda Daftarkan di terima

5. Jika sudah di Approved, seperi Gambar diatas, berarti website/blog sobat sudah diterima dan sudah siap mengikuti Program Bisnis Online dari POP TM kemudain silahkan Pilih Get Code ==> Copy Kode yang diberikan kemudian simpan di blog Anda.

6. Terakhir silahkan anda pasang pada blog anda dengan cara taruh Kode yang kalian Copy tadi di atas tag </head>
Gambar Ilustrasi : Penghasilan terakhir
Demikian artikel kali ini tentang Penghasilan Tambahan Operator Sekolah dari Internet yang bisa saya bagikan, mudah-mudahan bermanfaat dan mudah untuk dipraktikan, jika masih ada pertanyaan silahkan tanyakan langsung melalui kotak komentar yang sudah saya sediakan. Terimakasih

DOWNLOAD APLIKASI PPDB 2016 UPDATE

Blog PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) - Pada kesempatan ini saya akan membagikan sebuah File/Aplikasi PPDB 2016 yang bisa sobat Gunakan dalam penerimaan siswa baru di Tahun Pelajaran 2016 / 2017. 

Tujuan dari Aplikasi ini adalah untuk memudahkan lembaga dalam penginputan Data Siswa baru yang mendatang, bahkan Aplikasi ini bisa membantu Operator Sekolah untuk memasukan Data-Data peserta didik, sebelum ke Aplikasi Dapodik baik Dapodikpauni maupun Dapodikdas.
Gambar Ilustrasi : APLIKASI PPDB
Aplikasi PPDB 2016 Update adalah Aplikasi guna untuk mencatat menerima siswa-siswi baru yang daftar ke sekolah tertentu, tentunya aplikasi ini memiliki tampilan yang elegan dan gampang digunakan, Apllikasi PPDB ini pasti sering di gunakan oleh sekolah sekolah, tapi PPDB yang saya bagikan ini mudah dan elegan, tak lupa kepada yang membuat aplikasi ini sangat berterimakasih karena beliau sudah membagikan secara gratis kepada kita semua, untuk lebih jelas dan lebih lengkap Bapak/Ibu guru  bisa mendownload Aplikasi dengan link yang sudah saya sediakan dibawah :


Cukup sekian dan terimakasih semoga Aplikasi PPDB 2016 ini bisa membantu guru-guru dan semua sekolah yang berada di indonesia terutama para Operator Sekolah, dan bisa menerapkan di  sekolah sekolah tersebut, dan jangan lupa berikan komentarnya. Terimakasih

Download Contoh Format Raport PAUD Semua Umur

Download Contoh Format Raport PAUD Semua Umur - Salam sejahtera, pada malam ini saya akan membagikan sebuah file yaitu Contoh Format Raport PAUD Semua Umur yang bisa bapak/ibu pakai di Satuan Pendidikan masing-masing. 

Raport PAUD sangatlah penting untuk digunakan di lembaga, dengan tujuan memberikan sebuah laporan perkembangan Anak kepada orang tua.

Dalam Format Raport ini saya sediakan untuk usia anak 3 Tahun s/d 6 Tahun yang bisa bapak/ibu Download pada Link yang sudah saya sediakan.

Perlu sobat ketahui bahwa Raport PAUD ini adalah sebagai contoh saja, karena biasanya Raport PAUD sudah disediakan oleh Dinas Pendidikan /disediakan oleh HIMPAUDI di daerah masing, tetapi bagi sobat yang belum mempunyai raport resmi, alangkah baiknya sobat gunakan raport ini.

Format Raport PAUD ini terdapat dua shift dimana dua shift tersebut adalah Data Anak dan Hasil Inputan dari Data Anak/Raport. Dua Shift tersebut saling keterkaitan, sehingga sobat tidak usah menginput kembali pada shift kedua.
Gambar Ilustrasi : Raport PAUD
Bagi sobat yang berminat Men-Download Contoh Format Raport PAUD Semua Umur, silahkan Download di bawah ini :


NB : Sebelum Download silahkan Login dulu ke Gmail Sobat

Demikian artikel kali ini tentang Download Contoh Format Raport PAUD Semua Umur yang bisa saya bagikan kembali, mudah-mudahan bermanfaat, dan jika sobat kesulitan dalam mendownload silahkan masukan komentarnya. Terimakasih

Ingin Anak Berprestasi? Jangan Ikutkan Lomba. Inilah Alasannya

Banyak orangtua ingin anaknya berprestasi, kemudian berlomba-lomba mengikutkan anaknya ikut lomba. Tanpa sadar bahwa semakin banyak lomba semakin besar dampak negatifnya. 

Berprestasi mungkin jadi impian banyak orangtua terhadap anaknya. Siapa sih orangtua yang tidak ingin anaknya berprestasi? Besarnya hasrat membuat banyak orangtua dan sekolah memilih ukuran berprestasi yang mudah diukur. Jadi juara dan dapat piala yang untuk mendapatkannya anak harus mengikuti suatu lomba. Lemari penuh piala adalah tanda kebanggaan.
Gambar Ilustrasi : Ingin Anak Berprestasi? Jangan Ikutkan Lomba. Inilah Alasannya
Tapi tahukah anda bahwa ikut lomba, jadi juara dan dapat piala BUKAN ukuran berprestasi? Tahukah anda bahwa ikut lomba justru berdampak negatif pada anak?

Saya akan mengajak anda pada suatu siang ketika saya berjumpa seorang teman yang menceritakan pengalamannya. Ia dulu rajin mendaftarkan dan mengantarkan anaknya untuk ikut lomba menggambar. Sebagaimana kebanyakan orangtua, ia meyakini bahwa lomba membuat anak semangat berlatih. Semakin berlatih, semakin mahir anak, semakin berprestasi.

Sampai suatu hari ia mendapati anaknya sedang membongkar tumpukan majalah di gudang di rumahnya. Sang anak memeriksa satu per satu majalah anak seakan mengincar satu edisi yang berharga. Ia penasaran dan bertanya pada sang anak. Alangkah terkejutnya ia mendapat jawaban dari anaknya bahwa ia mencari edisi majalah anak yang mengumumkan pemenang lomba menggambar pada tahun lalu
Buat apa anak itu mencari majalah yang terbit tahun lalu? Ya, anak itu ingin melihat gambar macam apa yang dimenangkan oleh tim juri. Ia ingin mempelajari gambar tersebut dan berusaha menggambar seperti gambar pemenang tahun lalu itu.

Teman saya terhenyak mendengar jawaban sang anak. Tidak terbayang sedikitpun di benaknya bahwa upayanya mengikutkan anak ke lomba menggambar justru membuat anak tidak percaya diri dengan kemampuannya. Bukannya menunjukkan keunikan dirinya, tapi justru menjiplak gambar anak lain. Suatu dampak yang tidak pernah disangkanya. Sejak itu, ia tidak pernah lagi mengikutkan anak ke lomba menggambar maupun lomba yang lain.

Cerita itu kisah nyata. Kisah itu mungkin bukan satu-satunya, ada banyak kisah serupa di masyarakat kita yang kecanduan lomba. Apakah dampak negatif lomba hanya kebetulan atau memang menjadi dampak yang menetap?

Keyakinan terhadap kompetisi dalam dunia pendidikan di tingkat global terbagi dua. Negara yang percaya pada kompetisi vs negara yang percaya kolaborasi.

Negara yang meyakini kompetisi terlihat dari banyaknya kegiatan lomba dan olimpiade sains yang bisa diikuti oleh anak-anaknya. Jumlah medali dari olimpiade sains menjadi ukuran prestasi suatu negara. Tak heran bila mereka  mengirim sebanyak mungkin anak untuk mengikuti olimpiade sains. Semakin banyak anak yang ikut semakin besar peluang suatu negara mendapat medali.

Sebaliknya dengan negara yang percaya kolaborasi. Mereka justru mengabaikan perlombaan dan olimpiade sains. Mereka lebih banyak menstimulasi anak-anaknya dengan aktivitas yang menuntut kemampuan berkolaborasi. Bila ada persaingan jumlah medali olimpiade sains, mereka pasti kalah telak.

Tahukah anda Finlandia yang sistem pendidikannya diakui sebagai salah satu terbaik di dunia termasuk kelompok negara mana? Negara yang meyakini kolaborasi.

Bila ada lomba jumlah medali olimpiade sains antara Indonesia dan Finlandia, maka negara kita pemenangnya. Tapi mengapa sistem pendidikan Indonesia terpuruk dan sistem pendidikan Finlandia diakui secara global?

Ya karena logika kompetisi dalam pendidikan adalah logika yang menyesatkan. Anak berprestasi tidak diukur dari jumlah juara dan piala. Sistem pendidikan berprestasi tidak diukur dari jumlah anak yang mendapat medali olimpiade sains.

Mengapa logika kompetisi dalam pendidikan itu menyesatkan? Mari kita simak pendapat ahli pendidikan global, Alfie Kohn di tulisannya berjudul The Case Against Competition. Setelah melakukan kajian terhadap riset di bidang psikologi, sosiologi, pendidikan, biologi dan bidang lainnya, beliau menyimpulkan bahwa kompetisi pada dasarnya buruk. Kompetisi yang sehat dalam pendidikan adalah istilah yang rancu dan kontrakdiktif.

Kompetisi pada harga diri anak ibarat gula pada gigi. Seperti semakin banyak gula maka semakin rusak gigi, begitu pula dengan kompetisi, semakin banyak diikuti semakin merusak harga diri anak. Kompetisi membuat anak melakukan evaluasi terhadap kemampuan dirinya berdasarkan sumber eksternal, anak lain atau peserta kompetisi yang lain. Semakin banyak lawan yang dikalahkan, semakin besar harga diri anak. Menjadi baik tidak cukup, bila tidak mengalahkan semua lawan.

Anak-anak sukses ketika mengatasi kompetisi, bukan karena kompetisi. Banyak orang meyakini bahwa kita melakukan yang terbaik ketika berada dalam sebuah kompetisi. Tanpa kompetisi, kita menjadi orang yang malas, sedang-sedang saja, atau asal berusaha. Itu adalah pandangan palsu karena kita terjebak melakukan penilaian diri hanya dari sumber eksternal.

David Johnson, seorang profesor psikologi sosial di Universitas Minnesota mengkaji semua riset dengan topik kompetisi yang dilakukan sejak 1924 hingga 1980. Enam puluh lima studi membuktikan bahwa anak-anak belajar lebih baik ketika berada dalam lingkungan yang kooperatif dibandingkan yang kompetitif, delapan studi membuktikan sebaliknya dan 36 studi menemukan tidak ada perbedaan antara keduanya. Masih percaya kompetisi membuat anak semangat belajar?

Kompetisi adalah sumber permusuhan. Tidak semua anak akan menang dalam sebuah kompetisi. Bila ada anak yang menang, maka anak yang lain pasti kalah. Seorang peserta kompetisi dibiasakan memandang peserta lain sebagai penghalang dari kemenangannya.

Mereka yang berada dalam lingkungan kompetisi akan sulit memahami sudut pandang orang lain. Riset membuktikan bahwa anak yang kompetitif cenderung kurang berempati pada anak yang lain. Semua urusan dilihat dari sudut pandang kepentingannya. Bila ada yang menghalanginya, maka anak tersebut harus dimusuhi.

Bersenang-senang tidak berarti mengubah lapangan bermain menjadi arena kompetisi. Kita seringkali menganggap kompetisi adalah satu-satunya sumber kesenangan buat anak. Hampir semua kegiatan anak-anak bersifat kompetisi bahkan kegiatan yang sifatnya untuk bersenang-senang sekalipun. Semuanya dilombakan.

Saya sendiri menyaksikan perubahan dari kompetisi menjadi kolaborasi justru membuat anak saya mendapatkan kesenangan yang lebih besar. Di tempat les piano yang lama, Damai pasti diikutkan lomba piano minimal pada akhir semester. Di tempat les piano yang baru, Damai mendapat proyek untuk terlibat dalam pentas piano.

Dalam pementasan piano, Damai bergabung dalam kelompok yang anggotanya ada anak berkebutuhan khusus. Ketika kompetisi, anak berkebutuhan khusus seringkali dipandang merepotkan dan mengganggu usaha kelompok. Tapi dalam pentas piano, siapapun bekerja sama, saling membantu, agar bisa menampilkan permainan terbaik. Baca lengkapnya di beberapa tulisan berikut ini, Persiapan Movie Land, Konser Piano Movie Land, We’re Proud to Be Part of This Music School, dan Belajar Inklusif.

Ingin contoh yang lebih nyata bahwa berprestasi bukanlah buah dari kompetisi? Simak kesaksian Joey Alexander yang dikutip dari tulisan ini.

“But i just want to play and winning isn’t my goal. I came to the Grammys to play. Didn’t expect to win. It’s all about the music. The opportunity to play for both shows was a huge blessing”, Joey Alexander

Ingin contoh lain lagi? Silahkan sebutkan siapa tokoh yang anda nilai berhasil, dan periksa kompetisi yang dimenangkannya. Steve Jobs, Bill Gates,  Larry Page dan Sergey Brin, Mark Zuckerberg, atau siapapun, sebutkan siapa saja. Berapa banyak dari mereka yang sukses karena memenangkan perlombaan?

Bila tidak ikut lomba sehingga anak tidak dapat piala, lalu bagaimana anak bisa berprestasi? 

Ukuran berprestasi bukanlah jumlah juara, piala atau medali. Menjadi juara, dapat piala atau medali tidak memberikan banyak informasi mengenai tindakan yang perlu dilakukan untuk mengembangkan diri.

Sebagaimana yang saya tulis di bagian akhir buku Bakat Bukan Takdir, ukuran berprestasi adalah karya yang dihasilkan anak dan manfaat dari karya tersebut bagi orang lain. Portofolio karya bakat anak berguna untuk mengenalkan diri pada masyarakat sekaligus sebagai bagian dari obrolan refleksi proses dan hasil belajar anak. Sayangnya, refleksi atas portofolio bakat anak hampir tidak pernah mendapat kesempatan untuk tampil, karena kebanyakan kegiatan anak sifatnya lomba.

Kadar kompetisi pada kegiatan anak sudah jauh melampui ambang batas. Bahkan kegiatan serupa pada orang dewasa bukan suatu lomba akan berubah menjadi lomba ketika dilakukan oleh anak-anak. Misal, ada lomba menggambar untuk anak tapi tidak ada lomba menggambar untuk orang dewasa, adanya adalah pameran lukisan. Ada olimpiade sains untuk anak tapi tidak ada olimpiade sains pada orang dewasa, adanya hak paten dan pemilihan peraih nobel. Pada dunia orang dewasa, lomba sebatas pada olah raga dan kegiatan yang memang hasilnya bisa diukur dan dibandingkan.

Keprihatinan terhadap aura kompetisi yang sangat kental dalam kegiatan anak mendorong TemanTakita.com dan para relawan mengadakan Suara Anak. Suara Anak adalah forum buat anak bercerita selama 5 – 10 menit mengenai pengalamannya menekuni suatu bakat atau kegemaran

Suara Anak bukan lomba, artinya tidak ada anak dibandingkan dengan anak yang lain. Setiap anak telah dianugerahi bakat uniknya sendiri. Sepanjang gemar dan tekun melakukan aktivitas bakatnya, anak bisa tampil dan presentasi di Suara Anak. Tekun tidak dinilai dari berapa jumlah piala yang didapatkan, tapi dari seberapa sering anak melakukan aktivitas seru sesuai kegemaran atau bakatnya.

Saat ini telah lima kali Suara Anak diadakan. Setiap kali pula saya menyaksikan anak-anak yang bangga dan bahagia. Bukan karena kemenangan atau jadi juara, tapi karena mereka telah bisa tampil sebagai dirinya sendiri, diri terbaiknya. Dan tidak ada yang lebih bahagia selain menyaksikan anak-anak yang bahagia.