-->

Prosedur pengumpulan dan pengolahan data Pemetaan Mutu - DAPODIK PAUD-DIKMAS

Salam Sejahtera - Mudah-mudahan malam ini adalah malam kebaikan untuk besok dan selanjutnya, kali ini saya akan memberikan Gambaran Tentang Penjelasan Prosedur pengumpulan dan pengolahan data Pemetaan Mutu - DAPODIK PAUD-DIKMAS yang di Ambil informasi tersebut dari Website Dapodik PAUD-Dikmas, untuk itu mari kita pahami Grand Desain yang di Luncurkan Oleh Dapodik PAUD-Dikmas di bawah ini :
Grand Desain Pengumpulan dan Pengolahan Data

Dari Gambar Grand Desain di atas adalah bisa disimpulkan sebagai berikut:
a. Tingkat Pusat :

1) Tim Pemetaan Mutu PAUD-DIKMAS terdiri dari semua unsur yang ada di UPT Ditjen PAUD-DIKMAS;

2) Tim Pemetaan Mutu PAUD-DIKMAS ditetapkan oleh Kepala UPT Ditjen PAUD-DIKMAS masing-masing;

3) Tugas Tim Pemetaan Mutu PAUD-DIKMAS adalah : mengembangkan instrumen (dikembangkan secara bersama-sama antara seluruh UPT Ditjen PAUD-DIKMAS, Sekretariat Ditjen PAUD-DIKMAS dan Direktorat Teknis terkait); melakukan pengumpulan data mutu satuan pendidikan PAUD-DIKMAS termasuk SKB (pengumpulan dilakukan sesuai skala prioritas berdasarkan jumlah sasaran dalam dokumen anggaran yang tersedia); melakukan pengolahan dan analisis data hasil pengumpulan data pemetaan mutu tersebut serta menyusun buku analisis pemetaan mutu PAUD-DIKMAS tahun berjalan.

4) Data primer satuan pendidikan PAUD-DIKMAS yang digunakan untuk pemetaan mutu adalah data yang telah dimiliki oleh Ditjen PAUD-DIKMAS (data pendataan Ditjen PAUD-DIKMAS)

b. Satuan Pendidikan :
Adalah seluruh Satuan Pendidikan PAUD-DIKMAS termasuk SKB untuk memberikan data mutu sesuai dengan instrumen pemetaan mutu dan kondisi yang ada.

Untuk Lebih Jelasnya Bagi sahabat PAUD Baitul Fiqri Nasionla Silahkan Download JUKNIS PAUD DIKMAS di Bawah ini :

Prosedur Pengumpulan dan Pengolahan Data DAPODIK PAUD-DIKMAS

Prosedur Pengumpulan Data dan Pengelolaan Data Dapodik PAUD-DIKMAS
Salam Sejahtera - Kali ini saya akan memposting Prosedur Umum pengembangan dan pengolahan DAPODIK dan mutu PAUD-DIKMAS, yang saya ambil dari web resmi Data Pokok PAUD-DIKMAS. Adapaun Prosedur pengumpulan dan pengolahan data DAPODIK PAUD-DIKMAS adalah sebagai berikut:

Penjelasan dari grand desain tersebut adalah sebagai berikut:
a. Tingkat Pusat
  1. Tim DAPODIK Ditjen PAUD-DIKMAS ditetapkan oleh Dirjen PAUD-DIKMAS;
  2. Anggota tim DAPODIK Ditjen PAUD-DIKMAS terdiri dari perwakilan dari Setditjen dan Direktorat di lingkungan Ditjen PAUD-DIKMAS serta tenaga profesional;
  3. Tugas tim DAPODIK Ditjen PAUD-DIKMAS adalah mengembangan instrumen, aplikasi pendataan, aplikasi DAPODIK, Aplikasi Manajemen DAPODIK, Manajemen Helpdesk dan melakukan Sinkronisasi, Migrasi data awal dari aplikasi Pendataan Online 2015 ke Aplikasi DAPODIK terintegrasi PDSP 2015, monitoring progress report pengiriman data DAPODIK, pengelolaan database, validasi dan verifikasi data. Selain itu tim DAPODIK Ditjen PAUD-DIKMAS juga memberikan pelatihan SDM DAPODIK (workshop) dan melakukan bimtek sistem DAPODIK ke Provinsi dan Kabupaten/Kota.
  4. Tugas UPT PAUDNI adalah melakukan sosialisasi, pendampingan, bimbingan teknis dan bantuan teknis lainnya kepada Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota maupun kepada satuan pendidikan PAUD-DIKMAS. 
b. Tingkat Provinsi
  1. Tim DAPODIK di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi untuk kelengkapan data pertanggungjawaban keuangan;
  2. Anggota Tim DAPODIK Provinsi terdiri dari anggota KK-Datadik Provinsi yang menangani data PAUD-DIKMAS ditambah perwakilan dari bidang PAUDNI/PNFI/PNF/PLS;
  3. Tugas tim DAPODIK provinsi adalah
a) Menyelenggarakan Rakor Pendataan Provinsi;
b) Melakukan monitoring, evaluasi, dan verifikasi serta pengolahan DAPODIK tingkat provinsi per Kabupaten/Kota untuk seluruh program PAUD-DIKMAS.
c) Mendorong Dinas Pendidkan Kabupaten/Kota dan Satuan Pendidikan PAUD-DIKMAS untuk melakukan pengisian dan pengiriman data DAPODIK.
d) Menyusun buku data dan informasi bidang PAUD-DIKMAS tingkat provinsi.
e) Berkoordinasi dengan lembaga/organisasi mitra.

4) Dinas Pendidikan Provinsi membayarkan biaya untuk kegiatan pendataan DAPODIKPAUD-DIKMAS di tingkat provinsi dan Kabupaten/Kota.

c. Tingkat Kabupaten/Kota
  1. Tim DAPODIK Kab/Kota ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota untuk selanjutnya diusulkan ke Dinas Pendidikan Provinsi sebagai kelengkapan data pertanggungjawaban keuangan
  2. Anggota Tim DAPODIK Kab/Kota terdiri dari anggota KK-Datadik Kab/Kota yang menangani data PAUD-DIKMAS ditambah perwakilan Bidang PAUDNI/PNFI/PNF/PLS;
  3. Tugas tim DAPODIK Kabupaten/Kota adalah penyebaran instrumen dan pengumpulan data dari satuan pendidikan PAUD-DIKMAS, Melakukan pelatihan Aplikasi DAPODIKTerintegrasi ke satuan pendidikan PAUD-DIKMAS, penginputan data keaplikasi, verifikasi data per-kecamatan/lembaga serta pengolahan data PAUD-DIKMAS tingkat Kabupaten per-Kecamatan dan per-lembaga serta mendorong Satuan Pendidikan PAUD-DIKMAS untuk melakukan pengisian dan pengiriman data DAPODIK
  4. Tim DAPODIK Kab/Kota berkoordinasi dengan lembaga/organisasi mitra.
d. Lembaga/Organisasi Mitra
  1. Lembaga/Organisasi Mitra mendorong serta berpartisipasi dalam melakukan pengisian dan pengiriman data DAPODIK.
  2. Lembaga/Organisasi Mitra berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota
e. Tingkat Satuan Pendidikan
Satuan Pendidikan PAUD-DIKMAS melakukan pengisian dan pengiriman data ke dalam aplikasi DAPODIK setelah mendapatkan pelatihan dari tim DAPODIK tingkat Kabupaten/Kota.

Kawal dan Dukung Siswa Menuju Satuan Pendidikan


Tanggap Lintasan Berisiko Bagi Siswa Laporkan lintasan berisiko terhadap keselamatan siswa. Lapor lewat kanal: sahabat.kemdikbud.go.id Kemdikbud menyadari pentingnya keselamatan anak-anak kita, baik di sekolah maupun di perjalanan menuju ke sekolah danpulang ke rumah. Banyak lintasan berisiko tinggi yang ditempuh anak-anak kita menuju ke sekolah. 

Walau kita salut dan bangga melihat keberanian dan determinasi anak-anak kita melewati lintasan seperti itu, tapi risiko seperti ini tidak seharunya terjadi. Tidak boleh anak-anak kita merisikokan keselamatannya dalam usahanya meraih pendidikan. Kita salut pada orangtua, para pembimbing dan warga sekitar yang menuntun anak-anak melintasi linatasan-lintasan penuh resiko itu.

Kami membayangkan betapa beratnya hati orangtua yang menuntun anaknya melewati lintasan seperti itu. Menempuh risiko demi masa depan yang lebih baik untuk anak kesayanganya. Kemdikbud ikut merasakan beratnya perasaan ini. 

Mungkin karena hal ini sudah dijalani bertahun-tahun bisa jadi bagi sebagian orang tua dan lingkungan lintasan itu tak terasa lagi sebagai lintasan dan perjalanan yang penuh risiko, tapi sebenarnya ini perlu dihindari. Di sini Kemdikbud merasa negara perlu hadir. Sekali lagi, kami ulangi, negara harus hadir. Tekad ini adalah pengejawantahan dari Nawacita Jokowi-JK poin pertama, yaitu bertekad menghadirikan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara. 

Demikian juga janji kemerdekaan pertama dalam pembukaan UUD 1945 adalah melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Melindungi segenap warga negara, termasuk melindungi siswa-siswa yang akan belajar adalah bagian dari janji kemerdekaan ini. Pemerintah berniat menjalankan nawacita ini. Kemdikbud menyadari bahwa lingkup tanggung jawab yang ada terbatas pada wilayah satuan pendidikan. Karena itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan masyarakat akan bergandengan tangan melakukan ikhtiar bersama. 

Melalui ikhtiar ini Kemdikbud meminta bantuan kepada para kepala sekolah, para guru, para orangtua dan masyarakat umum untuk melaporkan lintasan-lintasan berbahaya, penuh risiko yang harus diperbaiki dan mengharap juga laporan atas lintasan-lintasan yang telah rusak dan bisa mencelakakan anak-anak kita. Laporan ini bisa disampaikan melalui kanal sahabat.kemdikbud.go.id.

Kemdikbud dan Kemen-PUPR akan segera merespon dan melakukan langkah-langkah nyata di lapangan untuk melindungi anak-anak kita dari risiko kecelakaan.  Ini ikhtiar negara untuk hadir, mohon berkenan untuk menyebarkan kabar ini sebagai sikap kita untuk sama-sama bertanggung jawab atas keselamatan saudara-saudara muda kita yang sedang bersekolah di berbagai pelosok tanah air. 
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan ridha atas ikhtiar kita ini.

Terima kasih,
Anies Baswedan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan