-->

Usia Dini, Usia untuk Bermain

Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Lydia Freyani Hawadi menegaskan, pelajaran membaca, menulis, dan berhitung (calistung) bukan diperuntukan untuk anak usia dini, karena pembelajaran di usia itu lebih banyak pada aspek bermain.

“Justru guru sekolah dasar (SD) lah yang harus bekerja keras memberikan pelajaran membaca,” katanya di Jakarta.
Calistung, tambah Lydia Freyani Hawadi, bisa diberikan tapi bukan secara formal. Pada anak usia dini, pelajaran membaca dan berhitung itu hanya bisa diberikan sambil bermain.

Lidya juga menyatakan, pada usia dini, pembelajaran yang penting untuk disampaikan adalah penanaman budaya. “Yang paling perlu ditekankan adalah pengembangan budaya bersih maupun budaya disiplin,” ujarnya.
Budaya bersih sangat penting bagi anak usia dini untuk mengetahui bagaimana cara hidup bersih, seperti cara membuang sampah ataupun membersihkan tangan. Sementara budaya disiplin perlu dilakukan sejak dini karena berkaitan dengan kesiapan anak menghargai orang lain. (Sugito/HK)

Tunjangan PTK PAUDNI Berbasis Kinerja

Jakarta-PAUDNI. “Kedepan tunjangan bagi Pendidik dan Tenaga Pendidik (PTK) PAUDNI harus berbasis kinerja”, ujar Plt. Dirjen PAUDNI Hamid Muhammad saat rapat Pembahasan Renstra Ditjen PAUDNI 2015-2019 dengan Bappenas kamis kemarin (7/8).
Menurut Hamid Muhamad, hal tersebut dilakukan untuk mensiasati berkurangnya anggaran yang dimiliki Direktorat Pembinaan PTK PAUDNI setiap tahunnya, dan selama ini pemberian tunjangan yang diberikan belum berdampak besar pada program utama kementerian.
Pada rapat yang dihadiri oleh jajaran pimpinan di lingkungan Ditjen PAUDNI, hadir pula Nina Sarjunani selaku Deputi Bappenas Bidang SDM dan Kebudayaan, serta beberapa staf Bappenas.
Pada rapat tersebut bukan saja membahas tentang renstra PAUDNI dan kendala yang terjadi dilapangan. Penyelarasan program serta spesifikasi pembiayaan antara pemerintah pusat, daerah serta kerjasama antar kementerian atau lembaga mengenai program yang sejenis juga menjadi bagian dari pembahasan. (M.Husnul Farizi, S.IP/HK)

Informasi NIPTK PTK PAUD Agar Mengakses secara Mandiri

Salam sejahtera dari admin web ini, kali ini saya akan membagikan informasi tentang Informasi NIPTK PTK PAUD Agar Mengakses secara Mandiri oleh PTK PAUD, TK/KB atau sejenisnya di bawah naungan kementerian pendidikan anak usia dini. 




Itu selembaran surat resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini. Jika Sobat Para PTK PAUDNI Ingin Mengunduh Surat Resmi secara Lengkap dan dalam Surat Tersebut sudah diberikan hak akses setiap PTK PAUDNI User Name dan Paswordnya silahkan Download Di bawah Ini :

Contoh Program Kerja PAUD Tahun Pelajaran 2014 / 2015

Selamat malam pada kesempatan ini kami akan memberikan Contoh Program Kerja PAUD Tahun Pelajaran 2014 / 2015. walaupun Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ini bersifat pendidikan Non Formal bahkan pendidikan PAUD ini di pandang sebelah mata oleh pemerintah alangkah baiknya kita menyiapkan Program Kerja PAUD Tahun Pelajaran 2014 / 2015 dan mudah-mudahan dengan berkembangnya Pendidikan Anak Usia Dini ini semoga pemerintah terketuk hatinya ingin memberikan sebuah terobosan kepada kita untuk memajukan Pendidikan Anak Usia Dini di berbagai Pelosok Daerah tertnggal yang notabennya sangat menyedihkan.
Gambar Ilustrasi : Contoh Program Kerja PAUD Tahun Pelajaran 2014 / 2015
Untuk itu saya mengajak kepada setiap pengelola Anak Usia Dini menyiapkan Program Kerja PAUD Tahun Pelajaran 2014 / 2015, Silahkan Pahami Contoh Program Kerja PAUD Tahun Pelajaran 2014 / 2015 di bawah ini :

I. PROGRAM KERJA PAUD

1. Jangka Pendek
  • Mengadakan perbaikan sarana dan prasarana belajar
  • Mengadakan perbaikan administrasi dan manajemen sekolah.
  • Menyebarluaskan informasi pendidikan PAUD kepada masyarakat sekitar
2. Jangka Menengah
  • Memberikan dana kesejahteraan bagi para pengajar dan insentif prestasi bagi guru yang unggul dalam mengajar.
  • Menyusun anggaran untuk membantu peningkatan kualitas pendidikan para guru.
  • Menyelenggarakan usaha-usaha yang dapat meningkatkan pendapatan sekolah yang tidak bertentangan dengan peraturan sekolah
  • Meningkatkan mutu pendidikan guru
3. Jangka Panjang
  • Mendirikan gedung sekolah yang menunjang pendidikan untuk tingkat TK, KB dan sejenisnya.
  • Melengkapi Alat Peraga baik dalam maupun Luar
  • Mendapatkan / Meningkatkan Anggaran Pendidikan Non Formal dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat 
II. PROGRAM KESEJAHTERAAN GURU
  • Memberikan honorarium / gaji bagi guru PAUD Baitul Fiqri Nasional Kadubongkok - Gunungkencana Kab. Lebak
  • Dispensasi biaya sekolah bagi anak guru PAUD Baitul Fiqri Nasional Kadubongkok - Gunungkencana Kab. Lebak
  • Bantuan bagi guru yang akan menikah
  • Bantuan bagi guru yang sakit
  • Mengupayakan Jamsostek bagi guru PAUD Baitul Fiqri Nasional Kadubongkok - Gunungkencana Kab. Lebak
  • Mengupayakan usulan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan kementerian Agama untuk subsidi biaya kuliah

III. PROGRAM PERAWATAN SARANA DAN PRASARANA

NO
JENIS SARNA
WAKTU
KET
1
Ruang Kelas
2x
Pengecetan/perbaikan
2
Alat peraga
2x
Disiapin d lemari khusus
3
Alat bermain
1x
Pengecetan / disimpan di boxes
4
Inventaris ainnya
1x
Disiapkan buku khusus dan dan foto sbg bukti
5
Computer
1 x
Srvise /perbaikan
6
Kursi dan meja
Isidential
7
Kursi dan meja kepala sekilah dan guru 
Isidential

IV. PROGRAM PENGHARGAAN DAN HUKUMAN

A. PENGHARGAAN
  • Guru yang tidak pernah absen Bonus uang makan (kerjasama dengan komite)
  • Guru yang menjadi koordinator kegiatan sekolah 
  • Guru yang menambah prestasi anak dibidang olahraga dan seni 
B. HUKUMAN 
  • Guru yang sering absen Tidak ada uang makan (kerjasama dengan komite)
  • Guru yang sering terlambat datang ke sekolah 
  • Guru yang melanggar kode etik/peraturan sekolah 

D. PROGRAM PENINGKATAN SDM
  • Mengupayakan guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi minimal S-1
  • Diikutsertakan dalam pelatihan/penataran/seminar dan workshop untuk menambah pengetahuan
  • Disediakan waktu untuk kursus baik di sekolah ataupun mendatangi lembaga pendidikan untuk meningkatkan kemampuan / menambah pengetahuan seperti kursus
  • Saling bertukar informasi tentang perencanaan KBM, kegiatan sekolah dan membuat alat pendidikan edukatif (APE) yang telah diikuti.
E. PROGRAM BIMBINGAN DAN PENYULUHAN
  • Membantu anak lebih mengenal diri, kemampuan, sifat, kebiasaan dan kesenangannya
  • Membantu anak untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya
  • Membantu anak untuk mengatasi kesulitan yang dimilikinya
  • Membantu untuk menyiapkan perkembangan mental dan social anak untuk masuk ke lembaga pendidikan/jenjang pendidikan yang lebih tinggi
  • Membantu orangtua dalam mengatasi gangguan emosi anak yang ada hubungannya dengan situasi keluarga di rumah
  • Membantu orangtua agar mengerti, memahami dan menerima anak sebagai individu yang unik
  • Membantu orangtua mengambil keputusan memilih sekolah bagi anaknya yang sesuai dengan taraf kemampuan anak ataupun orangtua
  • Memberikan informasi pada orangtua untuk memecahkan masalah perkembangan ataupun kesehatan anak.
F.  TATA TERTIB GURU
  • Mengucapkan salam
  • Datang sebelum jam masuk sekolah
  • Berpakaian yang rapi dan sesuai jadwal seragam guru
  • Mengisi daftar hadir
  • Membuat Satuan Kegiatan Harian (SKH)
  • Menyiapkan materi kegiatan anak sehari sebelumnya
  • Memantau perkembangan dan kegiatan anak selama di sekolah
  • Menjaga ketertiban dan kebersihan sekolah
  • Pulang sesuai jadwal sekolah
  • Loyalitas dan berdedikasi kepada sekolah

Gunungkencana,     Desember 2014
Mengetahui,
Ketua Pengelola 
PAUD Baitul Fiqri Nasional 




JAENUDIN, S.Pd

Cara Mengurus Perijinan TK / PAUD dan Sejenisnya

Prinsipnya, mendirikan lembaga pendidikan itu mudah.  Asal ada tempat, ada peserta, ada guru dan ada materi. Mulailah dari lingkungan anda, pakailah rumah anda sebagai tempatnya, dan andalah sebagai gurunya. Nyari materi sangatlah mudah, beli saja buku-buku pelajaran, itulah materinya. Buka aja dulu lembaganya, pasang spanduk yang gede, sebar brosur yang banyak. Bekerja keraslah dalam mencari murid, berikan service/garansi yang memuaskan, dijamin pasti ada yang daftar.

Jangan dulu mikir perijinannya, yang penting jalan aja dulu kegiatannya. Perijinan bisa sambil jalan, bisa menyusul, dan dananya bisa ngumpulin dulu. Buat apa perijinan lengkap, tapi muridnya gak ada....! Sebab, sebuah sekolah sejatinya mendapatkan penghasilan dari spp siswa, bukan dari bantuan pemerintah. jadi carilah, murid sebanyak-banyaknya, sebab dana dari merekalah sekolah bisa jalan.

Namun, apabila sebuah sekolah sudah berjalan, sudah banyak pesertanya jangan lupa diurus perijinannya. Sebab ijin penyelenggaraan pendidikan adalah sebuah legalitas yang diberikan oleh pemerintah kepada sekolah kita. Ijin sangat perlu, karena kalau sekolah sudah memiliki ijin operasioanal, berarti sudah diakui oleh pemerintah. Keuntungan lainnya bagi sekolah, ada perhatian dari pemerintah, baik berupa bantuan dana, pendidikan dan pelatihan, maupun insentif bagi para gurunya.

Baiklah, sekedar berbagi dan sharing, saya akan menceritakan pengalaman mengurus ijin operasional. Saya beserta istri mendirikan TK tahun 2013, tapi baru tahun 2014 ini, ijin operasionalnya jadi. Biasa, alasannya klasik dan rumit; masalah dana, hehe......

1. Foto copy akta  notaris  yayasan
2. Foto copy Keterangan Domisili Usaha dari kelurahan
3. Foto copy Rekomendasi dari RT dan RW setempat
4. Foto copy Surat persetujuan warga
5. Foto copy Surat Rekomendasi Lurah
6. Foto copy Surat Rekomendasi Camat
7. Foto copy Surat Dukungan dari 3 TK sekitar
8. Foto copy surat rekomendasi dari UPT Dinas Pendidikan Kecamatan

Pada tahap ini, ada survey lokasi oleh pengawas TK. Biayanya amplop ke kepala UPT nya agak gede .... (Becanda) .... Seiklasnya saja deh..... 
Jika mintanya 1-2 Juta Jangan dikasih.....!! Tapi nego aja. Saya hanya ngasih Rp Rp 50.000,- 

9.   Foto copy surat kepemilikan tanah/surat kontrak bangunan
10. Foto copy SK Kepala TK dan SK guru
11. Data jumlah siswa
12. Peta Lokasi
13. Profile sekolah

Setelah semua data lengkap, dijilid. Baru yang terakhir pengajuan permohonan ijin operasional TK kepada Kepala Dinas Kabupaten/Kota.

Diadakanlah survey lokasi lagi, oleh orang dinas (Biasanya) Tapi saja kaga Ko soalnya dah percaya di PAUD saya sudah ada siswa dan pembelajaran rutin. Jangan lupa kelengkapan administrasinya, dan lain-lain. 

Setelah ijin operasional keluar, kita harus mengurus NSS (nomor statistik sekolah) ada bagiannya di kantor dinas pendidikan. Setelah NSS keluar, masih harus mengurus NPSN (Nomor Pokok Statistik Sekolah Nasional). Tempatnya masih diukantor dinas.

Maka selesailah semua ijin yang dibutuhkan untuk operasional sebuah TK/PAUD
Salam sukses.

Download Kumpulan Proposal Bantuan PAUD

Selamat malam kawan pada kesempatan ini saya akan membakikan Kumpulan Proposal Bantuan PAUD, Oh ya sobat kenapa saya posting Download Kumpulan Proposal Bantuan PAUD ...!! untuk menjelang tahun ajaran 2014/2015 semester dua biasanya semua juknis bantuan itu keluarnya sesemster dua dan anggaran untuk satu tahun, sebelum menuju semester dua ini alangkah baiknya kita sudah menyiapakan proposal-proposal yang nantinya kita kirim baik itu tingkat kabupaten maupun tingkat propinsi bahkan bisanya ada anggaran pusat loh .......


Bagi sobat yang ingin menggeluti dunia ke PAUD-dan hendaknya sobat menyiapkan proposal seperti di bawah ini silahkan langsung download aja Download Kumpulan Proposal Bantuan PAUD sebagai berikut :

6. 
7. 

Jika Lembaga Anda sudah siap Akreditasi, alangkah baiknya Mendownload CONTOH PROPOSAL PERMOHONAN AKREDITASI PAUD DI SINI

PERHATIAN : Sebelum sedot Proposal di Atas hendaknya sobat memberikan komentar sobat di bawah baik itu komentar facebook mapun komentar blog, agar proposal tersebut bermanfaat dan sudah diberikan Izin oleh peng Upload dan Pengelolad web ini.

RALAT TAMBAHAN INFORMASI UNTUK GURU RA MENGAJAR TAMBAHAN DI TK/KB/SPS

Salam hangat sobat ada tambahan informasi tentang Guru RA Mengajar tambahan di TK/KB/SPS di bawah naungan Kemendikbud. Silahkan simak info dari Grouf NIPTK PAUDNI 2014 yang berisi :

RALAT TAMBAHAN INFORMASI ..

BAGI GURU YANG MENGAJAR DI RA DAN MENGAJAR TAMBAHAN DI TK/KB/SPS...dll LEMBAGA DIBAWAH NAUNGAN KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN ( DITJEN PAUDNI ).. SILAHKAN DAFTARKAN DATA NIPTKnya BAIK MENJADI PENDIDIK/MENJADI TENAGA KEPENDIDIKAN ...


( Jadi INTINYA adalah ... Untuk mengajar di PAUDNI harus MEMILIKI NIPTK ) Thank's

INFORMASI PENGUPLOADAN DATA PENDUKUNG PADA AJUAN NIPTK PAUDNI

Salam sejahtra sobat, sekarang admin akan membagikan Informasi tentang Peng Upload an Data Pendukung pada Pengajuan NIPTK PAUDNI 2014. Silahkan cermati informasi ini dibawah. Informasi ini di ambil dari Grup NIPTK Paudni 2014.

INFORMASI BAGI REKAN REKAN YANG TERJADI " ERROR " SAAT UPLOAD DATA PENDUKUNG ... SAAT INI YANG DI UPLOAD HANYA "SK PENGANGKATAN" SAJA ... UNTUK DATA PENDUKUNG LAINNYA " ABAIKAN " SAJA DULU ..

Semoga informasi ini membantu bagi yang lagi GALAU ... Good Luck .... Apabila ada pertanyaan tentang permasalahan NIPTK PAUDNI 2014, Silahkan berkomentar dibawah.

Hasil percakapan denga Admin NIPTK PAUDNI 2014, silahkan cermati secara mandiri di bawah ini, semoga menjadikan angin segar bagi kita.




Meningkatkan Semangat dan Profesionalitas Pegawai

Asal atasan senang (to make boss looks good) bukan lagi zaman dunia kerja saat ini. Tuntutan Persaingan saat ini lebih dari itu. Manajemen profesional yang watak dasanya adalah otonom, menempatkan system aturan main sebagai acuan menciptakan nilai lebih. Sehingga memberi kemanfaatan baik bagi internal dan eksternal yang dapat meningkatkan SDM dalam sikap mental, perilaku, pengetahuan dan keterampilan yang mampu memberikan kesejahteraan bagi semua pihak.

Semangat dan profesionalitas kerja pegawai harus dijaga dan ditingkatkan. Karena setiap pekerja baik di instansi pemerintah maupun swasta semakin dihadapkan pada masalah tingginya persaingan global saat ini. Dimana lintasan arus informasi yang sangat cepat menuntut pegawai agar sanggup beradaptasi untuk melakukan penyesuaian di segala segi.
Kemampuan SDM dan teamwork yang baik akan bisa menghasilkan manajemen yang efektif pada suatu perusahaan/instansi. Untuk itu, peningkatan kemampuan SDM berkenaan dengan perilaku baik individu maupun tim sangat dibutuhkan. Keberhasilan bekerja dalam satu tim membutuhkan suatu pelatihan agar memiliki kemampuan, keterampilan, dan kemauan bekerja sebagai satu tim.
Keunggulan organisasi berbasis tim dikarenakan makin terspesialisasinya kemampuan yang dimiliki oleh seseorang. “ Kenyataan ini menunjukkan kedalaman kompetensi dan independensi kerja, tetapi sekaligus juga mengindikasikan makin tingginya saling ketergantungan antar individu, antar unit, antar bagian, dan seterusny agar sasaran akhir perusahaan dapat dicapai, “terang Drs. Suyatno, MM, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Direktorat Pembinaan PTK PAUDNI.
Selanjutnya Suyatno mengatakan, untuk mencapainya dibutuhkan upaya memperkuat organsasi internal, baik system maupun prosesnya dengan mengembangkan keterampilan manajerial  dan berorganisasi serta kerja sama (team work skill) SDM. Tujuannya untuk menghasilakn SDM yang profesional.
Sikap profesional bagi seorang pegawai saat ini wajib diperlukan. Apalagi pegawai yang mengabdi di seputar layanan publik. Oleh sebab itu, dibutuhkan sikap dan perilaku profesionalisme meliputi adanya komitmen yang utuh dari setiap anggota. Terbentuknya pola perilaku yang berkarakter dalam melakukan tugas yang penuh disiplin dan bertanggungjawab. Semangat kerja dengan membangun team yang solid didasari saling pengertian, kerja sama, koordinasi, dan menghargai perbedaan serta selalu mengutamakan tugas. Di samping itu kematangan emotional Question (EQ) sangat dibutuhkan pula.
Oleh karena hal itulah, Direktorat PPTK PAUDNI melalui Subbag Tata Usaha mengadakan kegiatan Peningkatan Profesionalisme Tenaga PPTK PAUDNI. Acara tersebut telah dilaksanakan pada bulan Februari 2014 yang bertempat di Jawa Barat.
Memberdayakan kemampuan diri adalah hasil yang diharapkan melalui kegiatan peningkatan kompetensi pegawai kali ini. Sebab, berdayanya kemampuan diri yang menunjukkan kualitas kebiasaan pegawai dalam mengatur segala sesuatu dengan aturan atau prinsip yang mendasar. Meningkatnya daya kemampuan dalam mengadaptasi berbagai pengetahuan subtansial dalam mengambil keputusan, dapat ditumbuhkan dalam self leadership dan kebersamaan di alam terbuka.
Terampil dalam merumuskan analisis kebijakan agar peserta dapat mengambil keputusan yang cepat dan efektif. Terbentuknya tim kerja yang solid penuh kesadaran disiplin tinggi, terciptanya kesamaan persepsi, dan terbagunnya pikiran dan sikap keterbukaan. Terakhir, perserta dapat memahami pentingnya system, prosedur, dan proses pencapaian tujuan secara praktis, efisien, dan efektif.[]Ajn/disarikan dari majalah MISI
Sumber : http://pptkpaudni.kemdikbud.go.id/

SERTIFIKASI PENDIDIKAN PROFESI GURU PPG 2015 BERLAKU UNTUK GURU PAUD

Syarat mengikuti PPG sertifikasi guru tahun 2015 perlu untuk diketahui oleh para guru untuk bisa mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG) di tahun 2015 nantinya. Karena memang Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud telah mengubah PLPG Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru menjadi PPG Pendidikan Profesi Guru.

Tunjangan profesi guru tahun 2015 akan bisa didapatkan oleh para guru setelah mendapatkansertifikat profesi guru pendidikan di LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan). 

LPTK adalah lembaga yang menghasilkan guru-guru di Indonesia yang berguna untuk meningkatkan sumber daya manusia bagi Indonesia. Lembaga ini lebih banyak menghasilkan para calon-calon pendidik yang memiliki kualitas bagus.
Pendidikan Profesi Guru PPG 2015

Sertifikasi Guru 2015


Masa tahapan pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) selesai dan berganti dengan PPG. Mulai 2015 guru-guru yang ingin mengantongi sertifikat pendidik harus mengikuti pendidikan profesi guru (PPG). Meski waktu pendidikan lebih lama, hasilnya diyakini lebih baik. Tetapi, prosesnya lebih berat.

Berikut informasi yang dilansir dari jpnn.com terkait dengan informasi pemberitaan sertifikaksi guru di tahun 2015 akan bertambah berat baik dilihat dari segi tahapan proses pengajuan serta syarat kriteria sertifikasi guru itu sendiri.

Lutfiah Nurlaela selaku dari Direktur PPG mengatakan bahwasannya pemerintah hampir pasti memilih PPG dalam pelaksanaan sertifikasi guru nanti. Namun, polanya masih dibahas Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik.

Untuk PPG prajabatan, pendidikan bagi guru PAUD dan SD berlangsung selama enam bulan, sedangkan guru SMP dan SMA setahun. Masa pendidikan PPG dalam jabatan belum ditentukan. 

Berdasar informasi, PPG dilaksanakan sekitar tiga bulan. Yakni, sebulan untuk pendidikan di kelas dan dua bulan praktik di lapangan. "Pola pastinya juga sedang dibahas," ujarnya. 

Yang pasti, hasil model PPG diyakini jauh lebih baik dan terukur daripada PLPG. Sebab, PLPG hanya dilaksanakan sekitar sebelas hari. Model pelatihan selama PLPG hanya micro teaching, yaitu praktik mengajar. 

Namun, praktik hanya dilakukan saat pelatihan. Sementara itu, PPG menggunakan modelreal teaching. Ada praktik mengajar di lapangan selama dua bulan. Waktu setiap jenjang berbeda. 

Lutfiah mengungkapkan, amanat UU Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen menyebutkan bahwa pemerintah berkewajiban melaksanakan pendidikan ikatan dinas bagi guru dengan tempat tinggal asrama. 

Namun, nantinya PPG dilaksanakan dengan model asrama atau tidak juga belum diputuskan. Sebab, dibutuhkan anggaran yang sangat besar. Apalagi jumlah guru yang belum tersertifikasi di Jatim masih ratusan ribu.
PPG Pendidikan Profesi Guru 2015

Syarat Mengikuti PPG Sertifikasi Guru Tahun 2015


Untuk bisa mendapatkan sertifikasi guru di tahun 2015 maka ada beberapa syarat dan kriteria sertifikasi guru yang harus dipenuhi.

Berikut ini adalah Prediksi Syarat-syarat Calon Peserta Sertifikasi Guru 2015 berdasarkan pada persyaratan di tahun 2014 karena memang pemerintah belum mengumumkannya secara resmi antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Telah memiliki Nomor Unik Pendidik Dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Bagi guru yang mengajukan NUPTK baru pada tahun 2014 melalui sistem PADAMU NEGERI akan menerima dokumen S11 sebagai tanda bukti kepemilikan NUPTK baru.
  2. Guru yang belum memiliki sertifikat pendidik dan masih aktif mengajar di sekolah di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kecuali guru Pendidikan Agama. Sertifikasi Guru Pendidikan Agama Kemenag dan semua guru yang mengajar di madrasah diselenggarakan oleh Kementerian Agama dengan kuota dan aturan penetapan peserta dari Kementerian Agama.
  3. Sudah menjadi guru pada suatu satuan pendidikan (PNS atau bukan PNS) pada saat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD) ditetapkan tanggal 30 Desember 2005. Bagi guru yang menjadi guru setelah Undang-undang tersebut disahkan, besar kemungkinan akan mengikuti sertifikasi guru melalui jalur Pendidikan dan Pelatihan Guru (PPG).
  4. SK kepegawaian guru bersangkutan seperti yang tercantum pada poin 3 diatas haruslah SK CPNS/PNS atau SK Honor yang ditanda tangani oleh kepada daerah atau a.n kepala daerah dalam hal ini Gubernur/Walikota/Bupati atau SK Gutu Tetap Yayasan (GTY) yang ditanda tangani oleh ketua yayasan. Adapun SK pengangkatan sebagai pegawai yang ditanda tangani kepala sekolah/komite tidak dihitung.
  5. Pendidikan terakhir harus sudah S1/DIV dari perguruan tinggi terakreditasi atau minimal memiliki izin penyelenggaraan.
  6. Bagi guru yang tidak memenuhi poin 5 diatas, tetapi sudah berusia diatas 50 th dengan masa kerja diatas 20 th atau guru yang memiliki golongan IV/a.
  7. Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru dan berusia setinggi-tingginya 50 tahun pada saat diangkat sebagai pengawas satuan pendidikan.
  8. Belum memasuki usia 60 tahun pada tanggal 1 Januari 2014 yang akan datang.
  9. Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter. Jika peserta diketahui sakit pada saat datang untuk mengikuti PLPG yang menyebabkan tidak mampu mengikuti PLPG, maka LPTK BERHAK melakukan pemeriksaan ulang terhadap kesehatan peserta tersebut. Jika hasil pemeriksanaan kesehatan menyatakan peserta tidak sehat, LPTK berhak menunda atau membatalkan keikutsertaannya dalam PLPG.

Lebak Targetkan Semua Desa Miliki PAUD pada 2015

Lebak - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menargetkan pada
2015 semua desa memiliki pendidikan anak usia dini (PAUD).
"Kami optimistis semua desa/kelurahan di Lebak tahun depan terdapat pendidikan usia dini," kata Kepala Seksi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lebak Unang Muslihat di Lebak, Senin (24/11).
Menurut dia, saat ini pendidikan sejak usia dini yang belum ada tersebar di 64 desa, namun ditargetkan 2015 sudah didirikan oleh masyarakat.
Pihaknya menggandeng pengurus Bunda Kabupaten Lebak, Himpaudi, pengelola pendidikan usia dini, aparat camat dan desa untuk melakukan sosialisasi guna mendorong masyarakat mendirikan PAUD.
Ia menjelaskan pendidikan sejak usia dini menjadi hal penting bagi perkembangan anak-anak. Apabila anak memiliki akses terhadap pendidikan sejak dini, katanya, mereka memiliki harapan besar untuk meraih keberhasilan di masa yang akan datang.
Oleh karena itu, katanya, partisipasi anak pada PAUD harus mencapai 100 persen tersebar di 345 desa/kelurahan di Lebak.
Ia menjelaskan pendidikan sejak dini memiliki harapan yang lebih besar untuk sukses karena mereka akan mengalami perkembangan intelegensi dan kecerdasan sosial yang jauh lebih baik.
"Kami yakin jika 64 desa itu berdiri PAUD maka semua desa/kelurahan di Lebak sudah terlayani," katanya.
Saat ini, jumlah PAUD di Kabupaten Lebak tercatat 579 unit, tersebar di 295 desa/kelurahan.
Dari 579 pendidikan dini itu, melibatkan tenaga pengajar 1.230 orang dengan jumlah siswa sebanyak 15.217 siswa.
Sebetulnya, ujar dia, pendidikan usia dini akan menjadikan anak-anak lebih siap untuk mengikuti proses belajar pada tahap berikutnya.
Pihaknya meminta anak usia di bawah 7 tahun bisa mengikuti PAUD di semua desa/kelurahan di Lebak.
Ketua Bunda Kabupaten Lebak Ani Sumardi mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan sosialisasi ke seluruh kecamatan agar semua desa/kelurahan terlayani pendidikan sejak dini.
Pendidikan anak sejak dini, katanya, merupakan bagian program Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya yang meluncurkan "Lebak Pintar".
Pihaknya berharap, semua elemen masyarakat mendukung PAUD guna mempersiapkan generasi yang lebih baik untuk mendukung proses percepatan pembangunan.
Penulis: /LIS