-->

Sponsor

Mengembangkan Keaksaraan yang Sesuai dengan RITME Anak

Dunia anak adalah dunia bermain. Anak yang berlajar sambil bermain dengan bimbingan orang tua atau orang dewasa yang dikenalkannya akan menunjukan antusiasme belajar. Sebaliknya, anak yang memperoleh pembelajaran keaksaraan yang melebihi kapasitasnya akan mengalami ketegangan penurunan semangat belajar.

Inilah sebuah kenyataan tentang belajar keaksaraan pada anak usia dini. Di satu sisi, secara teoritis, anak tidak boleh dipaksakan untuk belajar keaksaraan. Sementara di sisi lain, balajar keaksaraan identik dengan memenuhi harapan orang tua untuk memberikan paspor bagi anak sebelum memasuki tahun-tahun pertama pengalaman belajarnya pada lingkup pendidikan dasar.

Pandangan tentang tidak boleh memaksakan anak usia dini belajar keaksaraan seperti layaknya anak yang lebih tua usianya dapat dilihat pada dokumen Pusat Kurikulum Balitbang (2007). Dokumen ini mengungkapkan bahwa wacana yang dipergunakan untuk keaksaraan bagi anak usia dini satu bukan membaca dan menulis, akan tetapi pra-membaca, contohnya mulai menunjukan ketertarikan dengan buku/media cetak lainnya (pra-membaca). Hal ini ditandai dengan mengeksplorasi buku atau media cetak lainnya yang memiliki gambar dan warna yang menarik. Meskipun demikian, masih harus didiskusikan apakah tindakan anak usia dini memasukan buku ke dalam mulut atau memukul-mukul merupakan indikator pra-membaca atau semata-mata naluri anak tersebut. Pada usia 1-2 diperoleh gambaran sebagai berikut:

Untuk anak usia 1-2 tahun jauh lebih dapat dipahami, seperti mulai tertarik isi buku dan media cetak lainnya dengan cara menanyakan atau pura-pura menulis. Selanjutnya dapat dilihat pula standar untuk usia 2-3 tahun:

Seperti halnya membaca untuk anak usia 1-2 tahun diwacanakan pra-membaca, Demikian pula menulis dikenal dengan pramenulis dan indikator keduanya antara lain meminta tolong kepada orang dewasa untuk menuliskan cerita gambar yang dibuatnya serta menghasilkan garis-garis dengan alat tulis. Masalah, asumsi permikiran tersebut ditujukan pada masyarakat yang melek baca tulis namun belum mempertimbangkan latar belakang komunitas yang sama sekali orang tua dan belum bisa membaca dan menulis. 

Berikut standar untuk anak usai 3-4 tahun diperoleh gambaran sebagai berikut :

Dari semua tahapan yang ditetapkan, kosa kata yang dipergunakan sekali lagu bukan membaca dan menulis, akan tetapi pramembaca dan pramenulis; walaupun terdapat perbedaan yang mendasar antar konsep keaksaraan seperti yang ditetapkan oleh Pusat Kurikulum dengan pengamatan ahli bahasa di negara yang sudah maju.

Pada umumnya masyarakat awam menganggap cukup bila anak diberikan pengetahuan yang berhubungan dengan baca tulis hitung pada awal perkembangan kehidupannya. Anggapan seperti ini membuat anak tidak memiliki perkembangan diri yang seimbang, atau secara teoris diberikan beban yang berlebih pada otak kiri dan tidak lagi diberikan perhatian pad otak kanannnya, bahkan keduanya tidak berjalan secara seimbang. Sehubungan dengan itu Gardener menganggap keseimbangan itu dalam satu kesatuan utuh, berimbang dan proporsional sesuai kecakapan intelektual.

Kenyataannya pada anak jika pembelajaran lebih banyak mengikuti ambisi orang tua dari pada memasuki dunia anak dan ritme yang ada pada anak sendiri akan merupakan hambatan tersendiri dalam pengembangan kemampuan seseorang. Resiko yang sama juga terjadi bila kebiasaan dipaksakan untuk mengikuti bahasa tutur dan mengabaikan kemampuan untuk membaca bahasa tulisan.

Menurut teorinya, pengetahuan dan kecakapan kebahasaan merupakan bagian utama dalam kecakapan intelektual karena fungsi yang strategis dalam komunikasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan sistemik antara kemampuan berbahasa dengan kemampuan berkompetisi dari anak tersebut (Natioan Research Council, 1998). Hampir semua permasalahan dalam kehidupan membutuhkan kemampuan komunikasi dan menjadi persyaratan utama dalam kehidupan modern untuk berekspresi dan bahkan survive dalam kehidupan.

Shonkoff (2000) menekankan kembali bahwa anak dilahirkan ke dunia dibekali dengan kemampuan untuk belajar. Pada lima tahun pertama, pertumbuhan mereka luar biasa terutama dalam kemampuan linguistik, konseptual, sosial, emosional, dan kompetensi motoriknya. Sejaka masa kelahiran seorang anak yang sehat tumbuh menjadi seorang partisipant yang aktif, dibekali dengan kemampuan jelajah lingkungan, belajar untuk berkomunikasi dan setelah sedikit mengikuti pertumbuhannya berkembang dengan kemampuan mengkonstruk ide dan teori tentang benda dan lingkungan sekitarnya.

Oleh Karena itu perlu kiranya dilakukan stimulus yang responsif terhadap perkembangan keaksaraan anak, untuk mengembangkan kemampuan keaksaraan anak sesuai dengan tahapan dan tumbuh kembangnya. Mengembangkan keaksaraan seharusnya dilakukan dengan memperhatikan faktor kemampuan bawaan anak sejak lahir, agar pertumbuhan anak semakin luar biasa, terutama pada lima tahun pertama. mENGE

Inilah Aplikasi Pendataan NIPTK Bagi Guru PAUD

Dalam rangka strategi pemutahiran data dan pemenuhan kebutuhan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PTK PAUDNI) telah disusun langkah-langkah untuk mengantisipasinya. Langkah-langkah tersebut diwujudkan dalam sebuah program yang menjadi prioritas Direktorat PPTK PAUDNI yakni NIPTK (Nomor Induk Pendidik danTenaga Kependidikan), yaitu NIPTK bagi Pamong Belajar, Penilik, TLD, Pendidik PAUD Guru TK Formal, Guru TK Nonformal, Tutor Keaksaraan, Pengelola Keaksaraan, Pengawas TK, Kepala Sekolah TK, instruktur kursus dan pengelola kursus. 


Aplikasi pendataan PTK PAUD NI ini disusun dalam rangka memberikan kemudahan kepada lembaga dan petugas pengumpulan dan pengolahan data yang ada di pusat, Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, P2PNFI/BP-PNFI, BPKB, SKB Kabupaten/Kota, serta lembaga-lembaga mitra PAUDNI.

Penggunaan Aplikasi Pendataan NIPTK ini dilaksanakan dengan cara mengirimkan petunjuk teknis dan instrumen secara lebih awal kepada para petugas yang ada di Propinsi dan Kabupaten/Kota dalam bentuk softcopy. Langkah-langkah kegiatan pendataan meliputi:
  1. Mendesain kegiatan pendataan
  2. Sosialisasi dan ujicoba instrumen pendataan,
  3. Penjaringan data PTK PAUD NI di tingkat provinsi, kabupaten/kota,
  4. Entry, validasi dan analisis,
  5. Verifikasi data, dan
  6. Publikasi data PTK PAUD NI kepada pemangku kepentingan.
Sebagai lembaga yang bertanggungjawab terhadap peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan Alur Pendataan NIPTK anak usia dini, nonformal dan informal, Direktorat PPTK PAUDNI berupaya menyediakan data pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan nonformal yang valid, akurat, up to date, sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan. 

Jenis ketenagaan yang terdapat pada pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini, non formal dan informal di bedakan dalam 2 (dua) jenis yaitu status kepegawaian yaitu pendidik yang PNS dan bukan PNS terdiri dari:
1) Pamong Belajar;
2) Guru PAUD;
3) Tutor Keaksaraan;
4) Instruktur Kursus ,

Dan Tenaga Kependidikan Pendidikan anak usia dini non-formal dan informal yang terdiri dari:
1) Penilik;
2) Pengawas TK;
3) Kepala Sekolah TK;
4) TLD/FDI;
5) Pengelola PAUD;
6) Tenaga Administrasi;
7) Pengelola Program Pendidikan Keaksaraan;
8) Pengelola Kursus;
9) Pengelola TK.

Target sasaran prioritas pendataan tahun 2014 adalah: Seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal. Namun demikian Pemutakhiran data PTK PAUDNI juga diperlukan guna mengetahui kondisi yang terkini.

Aplikasi NIPTK saat ini sudah dapat di akses melalui laman: www.niptk.paudni.kemdikbud.go.id. dengan menggunakan username dan password yang sudah pernah diberikan kepada para tim verifikasi, baik tim verifikasi di Provinsi, Kabupaten, maupun Kota.

Mekanisme Pendataan Lembaga/Satuan PAUDNI

"Pemerosesan NPSN PAUD "

TANTANGAN PADA PENDATAAN PAUDNI :
  1. Kelengkapan data satuan, peserta didik dan PTK
  2. Pengajuan NPSN satuan PAUD oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
  3. Sinkronisasi data PTK dan data satuan (NPSN)
  4. Sinkronisasi data NPSN dengan PDSP
Silahkan Baca Juga Tentang Aplikasi Pendataan NIPTK PAUDNI DISINI.....

Semoga artikel di atas bermanfaat.

Download Kurikulum PAUD/TK/RA Tahun Pelajaran 2014/2015

Gambar Ilustrasi : PAUD Bitul Fiqri Nasional

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Download Kurikulum PAUD/TK/RA Tahun Pelajaran 2014/2015 Salam Hangat dari Blog PAUD Baitul Fiqri Nasional | admin akan berbagi Kurikulum PAUD Tahun Pelajaran 2014 / 2015, bagi bapak/ibu/Tutor yang kesultan dalam penyusunan Kurikulum tersebut, Kurikulum PAUD ini bisa dijadikan sebagai contoh Kurikulum yang digunakan di sekolah bapak/ibu, tapi sebelum admin membagikan Kurikulum PAUD Tahun Pelajaran 2014/2015 ini, Admin berpesan Jika kurikulum tersebut berhasil didownload silahkan berikan komentarnya pada kotak komentar yang sudah disediakan. Jika bapak/ibu memberikan komentarnya, mudah-mudahan kurikulum ini bermanfaat untuk sekolah bapak/ibu bina, 

Silahkan Download Kurikulum PAUD Tahun Pelajaran 2014/2015 DISINI Download Kurikulum PAUD/TK/RA Tahun Pelajaran 2014/2015


CATATAN : 

Kurikulum PAUD TP. 2014 / 2015 ini berpasword, Jika sobat menginginkan paswordnya silahkan Klik PLYA Pada Video di Bawah ini.


PASWORD KURIKULUM PAUD ADA DI DALAM VIDEO DI ATAS

Apabila sobat telah mendownload Dokumen I / Kurikulum PAUD di atas Langkah selanjutnya sobat akan menyusun Dokumen II - Nya yaitu sperti Silabus, RPP, RKH dan sebagainya. 

Jangan Lupa untuk melengkapi Dokumen II - nya di bawah ini :

Download Kelengkapan Administrasi Guru PAUD/TK/RA

Download RKH KB Semester 1 dan Semester II


Demikian Artikel tentang Download Kurikulum PAUD/TK/RA Tahun Pelajaran 2014/2015, yang bisa saya bagikan, silahkan sobat sesuaikan dengan Keadaan Lembaga masing-masing, mudah-mudahn Kurikulum PAUD/TK/RA Tahun Pelajaran 2014/2015, bisa membantu pekerjaan sobat yang diberikan tugas untuk menyusun Dokumen I dan Dokumen II ini. Terimakasih

Jangan Lupa Baca : Sistematika Penyusunan Kurikulum PAUD

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


Cara menyusun Satuan Kegiatan Harian (SKH) atau Rencana Kegiatan Harian (RKH) PAUD

Satuan kegiatan harian (SKH) juga disebut Rencana Kegiatan Harian (RKH) merupakan penjabaran dari satuan kegiatan mingguan (SKM) yang memuat kegiatan-kegiatan pembelajaran, baik yang dilaksanakan individu, kelompok, maupun klasikal dalam satu hari.

Dengan menyusun SKH maka pemberian pembelajaran tidak akan melenceng dari rencana, jika dianalogikan kita belanja ke pasar maka RKH adalah daftar belanjaan.

Dengan adanya daftar belanjaan kita tidak akan bingung harus membeli apa saja, juga kita dapat memperhitungkan besaran biaya yang akan dikeluarkan. Sama dengan SKH juga, dengan SKH pembelajaran akan lebih terencana.

Mau belajar apa dan berapa lama semua akan terlihat jelas dalam RKH sehingga kita tidak bingung dalam memberikan materi.

Satuan kegiatan harian (SKH) terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, istirahat dan kegiatan akhir.

Bentuk satuan kegiatan harian (SKH) model pembelajaran kelompok.

Komponen SKH model pembelajaran kelompok sebagai berikut :
  • Hari, tanggal, waktu
  • Indikator
  • Kegiatan Pembelajaran
  • Alat/sumber belajar
  • Penilaian perkembangan anak didik 

Langkah-langkah penyusunan SKH sebagai berikut :
  • Memilih dan menata kegiatan ke dalam SKH.
  • Memilih kegiatan yang dipilih kedalam kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Pada kegiatan inti, kegiatan pembelajaran dibagi dalam kelompok sesuai program yang direncanakan dan terdapat satu kelompok yang ditunggui.
  • Memilih metode yang sesuai dengan kegiatan yang dipilih.
  • Memilih alat/sumber belajar yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.
  • Memilih dan menyusun alat penilaian yang dapat mengukur ketercapaian hasil belajar atau indikator.

Silahkan Download Di Bawah Ini :



Untuk kekinian format SKH ada perubahan atau perbedaan, yakni dalam SKH ditambahkan kolom karakter.

Silahkan Download DISINI ....

Contoh Satuan Kegiatan Mingguan (SKM) PAUD

Pada perencanaan mingguan guru menyusun Satuan Kegiatan Mingguan (SKM). SKM ini berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai indikator yang telah direncanakan dalam minggu sesuai dengan keluasan pembahasan tema dan sub tema yang telah direncanakan pada program semester.

Bentuk Satuan Kegiatan Mingguan (SKM) model pembelajaran kelompok

Komponen SKM model pembelajaran kelompok adalah sebagai berikut : 
  • Tema dan Sub Tema
  • Alokasi Waktu
  • Aspek Pengembangan
  • Kegiatan per aspek pengembangan

Langkah-langkah menyusun SKM adalah sebagai berikut :
  • Memilih tema
  • Pemetaan kompetensi dasar, hasil belajar, dan indikator berdasarkan tema yang dipilih.
  • Penentuan alokasi waktu untuk setiap jaringan tema.
  • Membuat matrik hubungan antara tema dengan kompetensi dasar hasil belajar dan indikator.
  • Menyusun SKM

Contoh SKM model pembelajaran kelompok :


Bentuk Satuan Kegiatan Mingguan (SKM) model pembelajaran berdasarkan minat.
Komponen SKM model pembelajaran kelompok adalah sebagai berikut :
  • Tema dan Sub Tema
  • Alokasi Waktu
  • Aspek Pengembangan
  • Kegiatan per aspek pengembangan sesuai dengan area yang telah direncanakan
  • Langkah-langkah menyusun SKM adalah sebagai berikut :
  • Memilih tema
  • Pemetaan kompetensi dasar, hasil belajar, dan indikator berdasarkan tema yang dipilih.
  • Penentuan alokasi waktu untuk setiap jaringan tema.
  • Membuat matrik hubungan antara tema dengan kompetensi dasar hasil belajar dan indikator sesuai dengan area yang telah direncanakAan.
  • Menyusun SKM

Contoh SKM model pembelajaran berdasarkan minat :




Sistematika Penyusunan Kurikulum PAUD

Assalu'alaikum Wr. Wb.

Sistematika Penyusunan Kurikulum PAUD - Kurikulum KTSP PAUD 2013 yaitu kurikulum nasional yang dikembangkan, disusun dan dikelola oleh sebuah lembaga sesuai kebutuhan dan kultur lembaga tersebut. KTSP lembaga yang satu dengan lembaga yang lainnya itu dipastikan berbeda namun mempunyai inti yang sama.

Kurikulum disusun harus memperhatikan seluruh potensi anak agar dapat berkembang optimal dengan memadukan seluruh aspek pengembangan. 

Kurikulum bukanlah harga mati pada pelaksanaan kegiatan main dan pembelajaran. Kurikulum merupakan acuan minimal, dengan kata lain, kurikulum dapat dikembangkan sesuai dengan situasi kondisi peserta didik, waktu, dan daerah dimana kurikulum tersebut digunakan.

Kurikulum di lembaga pendidikan anak usia dini terdiri dari dua kategori, yaitu kurikulum untuk pendidikan formal dan kurikulum untuk pendidikan non formal. Kurikulum yang digunakan pun dirancang berbeda sesuai usia anak yang dilayani.

PAUD formal saat ini menggunakan kurikulum 2004 yang sering disebut dengan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Sedangkan PAUD nonformal banyak menggunakan Menu Generik sebagai acuan pelaksanaan pembelajaran atau pun kegiatan pengembangan lainnya.

Tata cara penyusunan KTSP PAUD 2013
Komponen-komponen yang termuat dalam KTSP mencakup dua dokumen, yaitu :
Dokumen I dan Dokumen II

DOKUMEN I ( KTSP PAUD 2013 )

Dokumen I dalam KTSP terdiri dari empat BAB yaitu Pendahuluan, Tujuan Pendidikan, Struktur dan Muatan Kurikulum, dan Kalender Pendidikan.

BAB I PENDAHULUAN

Pendahuluan berisi penjabaran :

1.     Latar Belakang (Dasar Pemikiran Penyusunan KTSP)

Latar belakang merupakan penjabaran alasan pengembangan kurikulum. Di sini dibahas dua hal sebagai pertimbangan mengapa sebuah pengembangan kurikulum perlu ada, yaitu kenyataan yang ada di lapangan dan harapan pengembang kurikulum.
    
Kenyataan berisi mengenai berbagai fakta yang menjelaskan keadaan lapangan yang menuntut segera dikembangkannya sebuah kurikulum yang sudah ada.

Harapan pengembang kurikulum, berisi berbagai hal yang diharapakan jika kurikulum tersebut dikembangkan dari kurikulum yang sudah ada. Harapan yang disusun memperhatikan kemampuan lembaga, dari segi SDM maupun SDA.

2.     Analisis SWOT Kondisi Lembaga

Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) perlu dilakukan untuk mengetahui berbagai faktor, baik pendukung maupun
penghambat jika sebuah kurikulum akan dikembangkan di wilayah sekitar lembaga.

a)    Strengths (Kekuatan)

Kekuatan merupakan unsur-unsur yang dapat dijadikan pendukung bagi pengembangan kurikulum ini. Kekuatan dapat berupa material muapun nonmaterial.

b)   Weaknesses (Kelemahan)

Kelemahan merupakan faktor penghambat bagi pelaksanaan pengembangan kurikulum. Faktor ini sama dengan faktor kekuatan, dapat bersifat material dan imaterial.

c)    Opportunities (Peluang)

Peluang merupakan kesempatan, celah, atau alternatif, yang berarti bahwa unsur ini merupakan berbagai peluang dan alternatif bagi pelaksanaan pengembangan kurikulum.

d)    Threats (Ancaman)

Ancaman merupakan unsur yang dapat menggagalkan proses dan pelaksanaan pengembangan kurikulum. 

BAB II TUJUAN PENDIDIKAN

Tujuan Pendidikan berisi penjabaran :

1      Filosofi

Lembaga menentukan filosofi yang akan dijadikan acuan bagi pengembangan kurikulum agar tidak melenceng dari falsafah bangsa dan kebutuhan sekolah. Filosofi pengembangan kurikulum memperhatikan pada budaya bangsa,perkembangan anak, keadaan wilayah, kemajuan jaman, dan kebutuhan masyarakat akan pendidikan.

2       Visi Sekolah

Visi merupakan cita-cita utama sekolah yang dijabarkan dalam kalimat. Visi ini tidak lebih dari satu kalimat. Beberapa lembaga menjadikan visi ini sekaligus sebagai motto sekolah agar mudah diingat masyarakat. 

3      Misi Sekolah

Misi merupakan penjabaran agar visi tercapai, atau lebih singkatnya adalah cara mencapai visi. Hal ini memungkinkan bahwa misi dapat lebih dari satu kalimat uraian. 

4      Tujuan Sekolah

Tujuan sekolah terlahir dari misi yang ada dan merupakan harapan terhadap lulusan yang dihasilkan. Cara yang dijabarkan dalam misi dapat diuraikan menjadi tujuan. 


5      Prinsip Pembelajaran
   
Prinsip pembelajaran perlu disusun agar pelaksanaan kurikulum yang telah dikembangkan tetap pada jalurnya. Prinsip dapat disusun dengan mengadopsi dari perkembangan anak, budaya dan adat istiadat daerah, ataupun tuntutan perkembangan jaman. 

6     Tata Tertib
   
Jika prinsip pembelajaran telah disusun, maka perlu ada tata tertib pelaksanaan pembelajaran yang juga dimuat dalam pengembangan kurikulum agar pelaksanaannya tidak melanggar karakteristik anak, budaya, dan filosofi sekolah. Tata tertib diberlakukan pada sekolah, guru, dan orang tua sebagai pengguna.

BAB III  STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

Hal ini merupakan inti isi kurikulum, di dalamnya memuat menu pembelajaran yang akan dijadikan acuan pembelajaran sepanjang tahun. Struktur meliputi kurikulum inti dan kurikulum institusional atau muatan lokal dan berisi alokasi waktu pada masing-masing aspek. 

Isi kurikulum disusun dengan memperhatikan komponen anak, pendidik, pembelajaran, asesmen, dan pengelolaan pembelajarannya itu sendiri. 
·         Anak memperhatikan sasaran layanan usia di sekolah
·         Pendidik memperhatikan kompetensi lulusan dan kualifikasi pendidikan
·         Pembelajaran memperhatikan pengelompokkan usia
·         Asesmen dengan menyusun acuan pemantauan perkembangan anak dalam pembelajaran
·         Pengelolaan pembelajaran berisi satuan kegiatan dari tahunan hingga ke harian.

1    Bidang Pengembangan

Bidang pengembangan atau aspek perkembangan merupakan perkembangan yang akan dilatihkan selama proses pembelajaran sesuai dengan usia dan karakteristik anak. 

Jika pengembangan kurkikulum mengacu pada kurikulum PAUD formal, maka akan ada lima bidang pengembangan. Namun jika mengacu pada kurikulum PAUD nonformal akan terdapat enam aspek perkembangaan.

2     Muatan Lokal

Muatan lokal merupakan isi kurikulum yang akan menjadi ciri khas sebuah sekolah sesuai dengan kegiatan khas dari masyakarat sekitar. 

3     Kegiatan Pengembangan Diri

Kegiatan pengembangan diri berupa kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian anak melalui kegiatan penyaluran minat, bakat, hobi, kepribadian, dan kreativitas. 

4     Pengaturan Beban Mengajar

Pembagian alokasi waktu agar indikator dapat dikembangkan dengan merata.

BAB IV  KALENDER PENDIDIKAN

Kalender berisi tentang pengaturan waktu pembelajaran selama setahun yang disesuaikan pada kebutuhan daerah, peserta didik dan pemerintah daerah maupun pusat. 

Dalam kalender dijabarkan juga sistem pembelajaran yang dianut, menggunakan triwulan, catur wulan, atau semester. Memuat juga waktu pelaksanaan pembelajaran sehari-hari, dimulai jam berapa dan kapan berakhirnya.

DOKUMEN II ( KTSP PAUD 2013 )

Dokumen II KTSP berisi pengembangan silabus yang merupakan perencanaan tahunan, semester/bulanan, mingguan, dan harian. Dokumen II berisi inti pembelajaran yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan.

Demikianlah cara penyusunan KTSP PAUD 2013 ini, untuk contoh dari KTSP yang sudah jadi Download Contoh Kurikulum PAUD/TK/RA Di sini


Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


Daftar Nama PAUD di Kecamatan Gunungkencana yang Sudah Terdaftar di Kementerian

Salama hangat dari blog www.paudbfqnaskdb.blogspot.com admin akan membagikan informasi tentang Daftar Nama-nama PAUD di Kecamatan Gunungkencana yang Sudah Terdaftar di Kementerian atau yang sudah terdaftar di Dapodik PAUDNI. Silahkan Lihat di bawah ini Daftar Nama PAUD di Kecamatan Gunungkencana yang Sudah Terdaftar di Kementerian : 









Jika ingin mendownloadnya silahkan Klik DISINI ..... 

Program Semester PAUD atau Perencanaan Semeter PAUD

Program Semester atau Perencanaan Semeter PAUD merupakan program pembelajaran yang berisi jaringan-jaringan tema yang ditata secara urut dan sistematis, alokasi waktu yang diperlukan untuk setiap jaringan tema dan sebarannya ke dalam semester 1 dan semester 2.

Langkah-langkah penyusunan program semester sebagai berikut  :
  1. Pelajari dokumen kurikulum, yakni kerangka dasar dan standar kompetensi. Untuk Untuk Indikator Pembelajaran Bisa dibaca DISINI ......
  2. Pilih tema yang dapat mempersatukan kompetensi-kompetensi tersebut untuk setiap kelompok dalam satu semester
  3. Buat “Matrik Hubungan Kompetensi Dasar dengan Tema. Dalam langkah ini yang harus dilakukan adalah memasukkan hasil belajar dan/atau indikator ke dalam jaringan tema
  4. Tetapkan alokasi waktu untuk setiap jaringan tema dengan memperhatikan keluaan cakupan pembahasan tema dan minggu efektif lembaga.
Contoh format Program Semester :


Teknik atau Metode Penilaian | Pedoman Penilaian PAUD

Salam hangat dari www.paudbfqnaskdb.blogspot.com kami akan membagikan Tata Cara atau Teknik atau Metode Penilaian | Pedoman Penilaian PAUD.

Penilaian di PAUD berdasarkan gambaran atau deskripsi pertumbuhan dan perkembangan, serta unjuk kerja peserta didik yang diperoleh dengan menggunakan berbagai teknik penilaian.

Dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, penggunaan berbagai teknik penilaian ini terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran itu sendiri, sehingga guru tidak harus menggunakan instrument khusus.

Untuk anak-anak yang menunjukan perkembangan dan prilaku yang khas, dan memerlukan penanganan secara khusus diperlukan instrumen yang khusus pula.  

Beberapa teknik penilaian yang dapat dilakukan di PAUD, diantaranya :

1. Observasi
Observasi merupakan pengamatan yang dilakukan secara langsung dan alamiah untuk mendapatkan data dan informasi tentang perkembangan anak dalam berbagai situasi dan kegiatan yang dilakukan.

Agar observasi lebih terarah, guru dapat menggunakan instrument observasi, baik yang dikembangkan oleh guru sendiri maupun menggunakan instrumen yang sudah tersedia, dengan tetap mengacu pada indicator pencapaian perkembangan anak.

2. Catatan Anekdot
Catatan anekdot pada dasarnya merupakan bagian dari teknik observasi. Catatan anekdot lebih memfokuskan pada catatan tentang sikap dan perilaku anak yang terjadi secara khusus atau peristiwa yang terjadi secara incidental/tiba-tiba.

3. Percakapan
Percakapan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang pengetahuan atau penalaran anak mengenai suatu hal.

4. Penugasan
Penugasan merupakan cara penilaian berupa pemberian tugas yang harus dikerjakan peserta didik dalam waktu tertentu baik secara perorangan maupun kelompok.

Misal membuat berbagai bentuk dengan bahan dasar plastisin, tanah liat, adonan (playdough) dan jenis penugasan lainnya.

5. Unjuk Kerja (Performance)
Unjuk kerja merupakan penilaian yang menuntut peserta didik untuk melakukan tugas dalam perbuatan yang dapat diamati, misalnya praktek menyanyi, olah raga, menari, dan bentuk praktek lainnya.

6. Hasil Karya
HAsil karya adalah hasil kerja peserta didik setelah melakukan suatu kegiatan dapat berupa pekerjaan tangan atau karya seni. Hasil karya anak dapat dipajangkan dalam bentuk mandiri atau bentuk pameran karya anak yang disajikan secara bersama-sama.

7. Pengembangan Perangkat Penilaian Sendiri
Seorang guru dimungkinkan untuk mengembangkan perangkat evaluasi atau asesmen sendiri , sesuai dengan kebutuhan.

Misalnya, untuk mendapatkan gambaran secara lebih terperinci berkenaan dengan aktifitas anak, seorang guru dapat mengembangkan instrument observasi untuk mengamati aktifitas anak dalam percobaan sains, atau instrument untuk mengetahui minat anak terhadap bahan bacaan.

8. Penggunaan Instrumen Standar
Disamping instrument yang dikembangkan oleh guru, instrument lain yang juga dapat digunakan, khususnya dalam kegiatan asesmen dan untuk kasus-kasus yang perlu penanganan khusus, adalah instrumen-instrumen terstandar.

Seperti instrument untuk mendeteksi tumbuh kembang anak, Instrumen untuk mendeteksi tingkat kecerdasan atau kematangan anak. Penggunaan instrument ini umumnya melibatkan pihak lain yang ahli dibidangnya.

9. Portofolio
Portofolio pada hakikatnya merupakan kumpulan atau rekam jejak berbagai hasil kegiatan atau catatan-catatan guru tentang berbagai aspek perkembangan anak dalam kurun waktu tertentu, Misalnya dalam kurun waktu satu semester atau satu tahun.

Berdasarkan data tersebut guru melakukan analisis untuk memperoleh kesimpulan tentang gambaran akhir perkembangan anak berdasarkan semua Indikator yang telah ditetapkan setiap semester.

Semoga artikel di atas bermanfaat, jangan lupa berikan komentarnya atau Like.